Guru Besar UI Ciptakan Pelumas Kendaraan dari Minyak Nabati, Keren!

Guru Besar UI Ciptakan Pelumas Kendaraan dari Minyak Nabati, Keren!
Foto: Ilustrasi Guru Besar UI Ciptakan Pelumas Kendaraan dari Minyak Nabati, Keren!.
Ukuran teks

Ketergantungan dunia industri terhadap pelumas berbahan dasar minyak bumi selama ini telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang sangat serius. Sifat pelumas mineral yang sulit terurai secara alami menyebabkan residunya berpotensi besar mencemari kualitas tanah serta sumber air di sekitarnya.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof Dr Ir Sukirno, M Eng, mengusulkan penggunaan pelumas berbasis minyak nabati sebagai solusi alternatif yang berkelanjutan. Dalam sebuah seminar ilmiah bertema "Teknologi Pelumasan (Lubrication Technology): Produksi Pelumasbio (Biobased) Berbasis Minyak Nabati dan Pilihan Aplikasinya", ia menjelaskan betapa pentingnya peran pelumas dalam menjaga performa mesin.

Tanpa adanya sistem pelumasan yang memadai, gesekan antar komponen logam dapat memicu suhu panas berlebih dan mempercepat proses keausan pada perangkat mesin. Oleh karena itu, kehadiran inovasi pelumas yang efisien namun tetap ramah lingkungan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi berbagai sektor industri saat ini.

Performa Tinggi dan Keamanan bagi Lingkungan

Pelumas yang dikembangkan dari bahan nabati ini menawarkan beragam keunggulan, baik dari sisi teknis mesin maupun dari sudut pandang ekologis. Selain memiliki kemampuan untuk terurai di alam hingga lebih dari 90 persen, pelumas jenis ini juga mempunyai daya lekat yang sangat kuat pada permukaan logam.

Karakteristik unggulan lainnya mencakup stabilitas penggunaan yang mumpuni, tingkat penguapan yang rendah, serta titik nyala yang lebih tinggi sehingga relatif lebih aman digunakan. Menurut Prof Sukirno sebagaimana dilansir dari laman resmi UI, tingkat penguraian pelumas nabati ini jauh melampaui kemampuan pelumas mineral konvensional.

Keunggulan ekologis tersebut menjadikan pelumas nabati sangat relevan untuk diaplikasikan pada sektor-sektor yang memiliki risiko tinggi dalam mencemari lingkungan terbuka. Prof Sukirno menambahkan bahwa jenis pelumas ini sangat ideal untuk digunakan sebagai grease, oli hidrolik, cairan pemotongan logam, hingga kebutuhan oli mesin dua langkah.

Tantangan Teknologi dan Proyeksi Pengembangan

Walaupun memiliki potensi yang sangat menjanjikan, pengembangan teknologi pelumas nabati saat ini masih terbentur pada beberapa kendala teknis yang cukup signifikan. Salah satu tantangan utamanya adalah mengenai ketahanan pelumas terhadap fluktuasi suhu ekstrem, baik pada kondisi suhu yang sangat tinggi maupun suhu rendah.

Agar dapat memenuhi standar mesin modern yang semakin kompleks, performa pelumas nabati ini terus ditingkatkan melalui berbagai rekayasa kimia serta pengembangan bahan aditif khusus. Fokus riset lanjutan saat ini diarahkan untuk memperbaiki stabilitas termal sehingga pelumas nabati mampu bersaing sepenuhnya dengan produk berbasis fosil.

Di masa depan, pelumas berbasis minyak nabati diproyeksikan memiliki peluang yang sangat besar untuk menggantikan posisi dominan pelumas konvensional di pasar global. Dengan inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan, teknologi ini tidak hanya akan mendukung efisiensi industri, tetapi juga menjadi elemen kunci dalam transisi menuju sistem produksi hijau.

Artikel terkait

Rekomendasi