Gisel Putuskan Pelihara Ular Usai Syuting Sekawan Limo 2, Ceritanya Mengejutkan

Gisel Putuskan Pelihara Ular Usai Syuting Sekawan Limo 2, Ceritanya Mengejutkan
Foto: Gisel Putuskan Pelihara Ular Usai Syuting Sekawan Limo 2, Ceritanya Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Proses syuting sebuah film horor sering kali menyisakan cerita unik bagi para pemerannya di kehidupan nyata. Hal ini pula yang dialami oleh aktris Gisella Anastasia setelah menyelesaikan proyek film terbarunya yang berjudul Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.

Gisel mengaku mendapatkan hobi baru yang sangat tidak terduga akibat interaksi intens dengan hewan melata selama di lokasi syuting. Jika biasanya para aktor membawa pulang kenangan berupa suvenir, Gisel justru memutuskan untuk memelihara ular di rumahnya.

Hobi Baru Gisel Memelihara Empat Ekor Ular

Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Gisel saat menghadiri acara konferensi pers film Sekawan Limo 2 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan yang awalnya hanya tuntutan peran, kini malah berlanjut menjadi kegemaran pribadi.

Ibu dari Gempita Nora Marten ini menjelaskan bahwa rasa takutnya terhadap ular perlahan memudar seiring berjalannya waktu produksi. "Berkat film ini ya, aku sekarang di rumah pelihara ular empat," ujar Gisel di hadapan awak media yang hadir.

Pernyataan tersebut sontak membuat para pemain lain dan tamu undangan merasa heran sekaligus terhibur. Keputusan Gisel untuk memelihara hewan reptil dianggap sebagai sebuah kejutan besar, mengingat selama ini ia dikenal dengan citra yang feminin dan glamor.

Gisel sendiri tidak menyangka bahwa pengalamannya memerankan karakter tertentu bisa mengubah pandangannya terhadap hewan yang bagi sebagian orang menakutkan tersebut. Kini, keempat ular peliharaannya telah menjadi bagian dari penghuni rumah sang aktris.

Cerita Unik Ular Hasil Endorsement

Ada fakta yang lebih menarik lagi di balik koleksi ular milik mantan istri Gading Marten tersebut. Ternyata, salah satu ular yang ia miliki merupakan pemberian dari pihak tertentu melalui skema endorsement.

Pihak pemberi ular tersebut awalnya berharap Gisel segera memamerkan hewan itu di akun media sosial pribadinya untuk tujuan promosi. Namun, Gisel memilih untuk menahan diri demi menjaga kerahasiaan elemen cerita dari film yang belum resmi dirilis.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus sangat berhati-hati dalam mengunggah konten yang berkaitan dengan ular. "Dia tuh ngarep diposting, 'Kak Gisel posting-posting ya'. Aku bilang ini, 'Aduh filmnya belum tayang rek'," kata Gisel sambil bercanda.

Menurutnya, jika ia mengunggah foto ular tersebut sekarang, hal itu bisa dianggap sebagai bocoran atau spoiler bagi para penonton. Alhasil, ular-ular tersebut harus ikut dalam aturan "embargo" promosi film sebelum tayang secara luas.

Peran Sebagai Dukun di Gunung Klawih

Dalam film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Gisel dipercaya untuk memerankan karakter kunci bernama Yu Chen. Yu Chen digambarkan sebagai sosok dukun misterius yang dalam penampilannya selalu didampingi oleh seekor ular sanca berwarna kuning.

Karakter ini mengharuskan Gisel melakukan banyak adegan fisik dengan reptil besar tersebut selama proses pengambilan gambar. Keberaniannya tumbuh secara alami karena ia dituntut untuk terlihat tenang dan berwibawa saat berinteraksi dengan ular sanca tersebut.

Film garapan sutradara Bayu Skak ini merupakan sekuel yang melanjutkan petualangan lima sekawan yaitu Bagas, Lenni, Juna, Andrew, dan Dicky. Cerita mengambil latar waktu tiga tahun setelah kejadian mengerikan yang mereka alami di Gunung Madyopuro.

Konflik dimulai saat mereka mengadakan reuni, namun justru harus kembali menghadapi teror gaib yang mengancam nyawa. Kali ini, keselamatan keluarga Andrew menjadi taruhannya karena mereka terancam dijadikan tumbal oleh penguasa Kerajaan Gaib Jayadipa.

Daftar Fakta Menarik Seputar Keterlibatan Gisel di Sekawan Limo 2 :

  • Gisel kini memiliki total empat ekor ular peliharaan di rumah pribadinya sebagai dampak dari proses syuting.
  • Aktris ini memerankan karakter Yu Chen, seorang dukun yang identik dengan keberadaan ular sanca kuning.
  • Salah satu ular didapatkan melalui jalur endorsement, namun belum bisa dipublikasikan karena kebijakan spoiler.
  • Rasa takut Gisel terhadap reptil hilang total setelah menjalani interaksi intens selama berbulan-bulan di lokasi syuting.
  • Film Sekawan Limo 2 tetap mempertahankan kombinasi genre horor dan komedi yang menjadi ciri khas seri pertamanya.

Fakta-fakta di atas menunjukkan totalitas Gisel dalam mendalami perannya hingga mengubah gaya hidupnya di dunia nyata secara signifikan. Hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi para penggemar yang ingin melihat transformasi aktingnya sebagai sosok dukun.

Jadwal Tayang dan Ekspektasi Penonton

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih diprediksi akan menjadi salah satu film horor-komedi yang paling dinanti pada pertengahan tahun 2026. Dengan chemistry antar pemain yang sudah kuat, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang seru sekaligus mencekam.

Bagi masyarakat yang penasaran dengan aksi Gisel bersama ular sanca kuningnya, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026. Penonton akan diajak kembali ke dalam petualangan absurd nan horor di tengah pegunungan jawa.

Ringkasan Informasi Produksi Film Sekawan Limo 2 :

Aspek Informasi Detail Keterangan
Judul Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih
Tanggal Rilis 27 Mei 2026
Sutradara Bayu Skak
Pemeran Baru Gisella Anastasia (sebagai Yu Chen)
Genre Utama Horor - Komedi
Lokasi Cerita Gunung Klawih / Kerajaan Jayadipa

Informasi dalam tabel di atas merangkum poin-poin utama yang perlu diketahui calon penonton sebelum menyaksikan filmnya di bioskop. Pastikan Anda tidak melewatkan kelanjutan kisah lima sahabat ini dalam menghadapi teror makhluk halus yang lebih mencekam.

Dengan berakhirnya proses produksi ini, Gisel tidak hanya membawa pulang pengalaman akting yang baru, tetapi juga hobi unik yang kini menjadi bagian dari kesehariannya. Fenomena ini membuktikan bahwa sebuah karya seni peran bisa memberikan dampak mendalam bagi pelakunya.

Artikel terkait

Rekomendasi