Gagal Mendarat 2 Kali di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Pesawat Histeris dan Pingsan: Kejadian Terbaru 2026

Gagal Mendarat 2 Kali di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Pesawat Histeris dan Pingsan: Kejadian Terbaru 2026
Foto: Gagal Mendarat 2 Kali di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Pesawat Histeris dan Pingsan: Kejadian Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Suasana mencekam menyelimuti kabin pesawat Airbus A320 milik maskapai Avianca Airlines saat mencoba mendarat di Kolombia. Pesawat yang membawa rombongan pelancong tersebut gagal mendarat hingga dua kali akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan.

Insiden ini memicu kepanikan luar biasa di antara para penumpang yang berada di dalam penerbangan AV9401 tersebut. Banyak dari mereka dilaporkan berteriak histeris, menangis, mengalami mual hingga muntah, bahkan beberapa di antaranya jatuh pingsan karena syok.

Tantangan Bandara Antonio Narino di Puncak Gunung

Peristiwa ini terjadi di Bandara Antonio Narino yang berlokasi di Pasto, sebuah wilayah di pegunungan Andes. Bandara ini memang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi bagi para pilot karena lokasinya yang ekstrem.

Berada di ketinggian 5.951 kaki di atas permukaan laut, bandara ini sering kali dikepung kabut tebal dan angin kencang. Kondisi geografis yang dikelilingi puncak gunung membuat prosedur pendaratan menjadi sangat berisiko saat cuaca buruk tiba.

Kronologi Kepanikan Penumpang dalam Kabin

Berdasarkan rekaman video dari ponsel penumpang, terlihat situasi di dalam kabin sangat menegangkan saat pesawat mendekati landasan. Para penumpang tampak mencengkeram kursi dengan erat dan sebagian besar terlihat khusyuk berdoa demi keselamatan mereka.

Awak kabin berusaha menenangkan situasi dengan menginstruksikan penumpang untuk terus bernapas dalam-dalam. Namun, upaya tersebut sulit meredam kepanikan karena pesawat berguncang hebat di tengah jarak pandang yang sangat terbatas.

Berikut adalah ringkasan dampak dari insiden gagal mendarat tersebut bagi penumpang :

  • Penumpang mengalami serangan panik dan trauma psikologis selama proses pendaratan yang gagal.
  • Banyak penumpang yang mengalami gangguan fisik seperti mual, muntah, hingga pingsan akibat stres berat.
  • Munculnya rasa takut massal di dalam kabin saat pilot memutuskan untuk membatalkan pendaratan sebanyak dua kali.

Dampak fisik dan mental ini merupakan reaksi alami manusia saat dihadapkan pada situasi hidup dan mati di ketinggian. Pihak maskapai mengonfirmasi kejadian ini namun tidak merinci secara pasti total penumpang yang ada dalam manifes.

Keputusan Pilot Kembali ke Ibu Kota

Setelah upaya pendaratan kedua tetap tidak membuahkan hasil, kapten pilot akhirnya mengambil keputusan tegas demi keselamatan bersama. Pesawat tersebut diarahkan untuk terbang kembali menuju Bogota, ibu kota Kolombia.

Keputusan untuk kembali ke titik asal diambil sebagai bagian dari protokol keselamatan penerbangan yang sangat ketat. Pilot lebih memilih menghindari risiko pendaratan yang berbahaya daripada memaksakan diri mendarat di tengah cuaca yang tidak menentu.

Informasi teknis mengenai penerbangan AV9401 dapat dilihat pada tabel berikut :

Aspek Informasi Detail Kejadian
Maskapai Penerbangan Avianca Airlines
Jenis Armada Airbus A320
Lokasi Tujuan Bandara Antonio Narino (Pasto)
Penyebab Kegagalan Angin kencang, kabut tebal, dan jarak pandang rendah
Keputusan Akhir Pengalihan kembali (Divert) ke Bogota

Data di atas menunjukkan bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas utama meskipun harus membatalkan rencana perjalanan awal. Langkah pilot ini diapresiasi oleh otoritas keselamatan udara sebagai tindakan pencegahan kecelakaan yang tepat.

Artikel terkait

Rekomendasi