Kesuksesan besar yang diraih oleh sekuel The Devil Wears Prada 2 membawa keuntungan finansial yang luar biasa bagi tiga aktris utamanya yang kembali memerankan karakter ikonik mereka. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber industri, Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt masing-masing telah menerima bayaran awal sebesar belasan juta dolar yang nilainya berpotensi melonjak drastis seiring performa apik film tersebut di pasaran.
Keterlibatan Meryl Streep sebagai pemeran Miranda Priestly dianggap sebagai pilar utama yang memungkinkan proyek sekuel setelah dua dekade ini dapat terwujud dan memberikan nilai tawar tinggi bagi rekan-rekannya. Pihak studio dikabarkan memberikan tawaran kontrak yang sangat fantastis kepada Streep guna menghormati reputasi serta nilai jualnya yang tetap kokoh di industri perfilman Hollywood hingga saat ini.
Meskipun memiliki status sebagai aktris legendaris dengan rekor 21 nominasi Oscar, Meryl Streep dilaporkan tetap menerima bayaran tetap di angka US$12,5 juta atau setara dengan Rp217 miliar untuk kembali mengenakan setelan khas Miranda. Menariknya, walau karakter Miranda Priestly dikenal dingin dan sering merendahkan asistennya di dalam film, Streep menunjukkan solidaritas yang luar biasa kepada Hathaway dan Blunt saat melakukan proses negosiasi kontrak kerja.
Ketiga bintang utama ini berhasil mencapai kesepakatan mengenai klausul "perlakuan istimewa" yang menjamin bahwa Anne Hathaway dan Emily Blunt mendapatkan nilai kontrak yang sama persis dengan Streep. Dengan demikian, pemeran karakter Andrea Sachs dan Emily Charlton tersebut juga membawa pulang cek senilai US$12,5 juta demi menghidupkan kembali dinamika kelompok mereka yang telah menjadi favorit penggemar selama bertahun-tahun.
Langkah yang diambil oleh Streep ini dipuji sebagai tindakan yang sangat berkelas karena mengapresiasi kontribusi kolektif ketiga aktor tersebut dalam membangun keajaiban cerita The Devil Wears Prada sejak film pertamanya. Namun, pendapatan mereka dipastikan tidak berhenti pada angka tersebut karena terdapat perjanjian tambahan mengenai bonus performa box office yang sangat menjanjikan bagi para pemeran utama tersebut.
Setiap aktris berpeluang menambah pundi-pundi kekayaan mereka hingga melampaui US$20 juta atau sekitar Rp347 miliar per orang apabila jumlah penonton di bioskop terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Hingga saat ini, pihak 20th Century Studios serta agensi CAA yang menaungi para aktor tersebut memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi terkait rincian nilai kontrak yang beredar luas di media.
Data Pendapatan dan Perbandingan Bonus
| Kategori Pendapatan | Meryl Streep | Anne Hathaway | Emily Blunt |
|---|---|---|---|
| Bayaran Awal (Flat Fee) | US$12,5 Juta (Rp217 Miliar) | US$12,5 Juta (Rp217 Miliar) | US$12,5 Juta (Rp217 Miliar) |
| Potensi Total dengan Bonus | > US$20 Juta (Rp347 Miliar) | > US$20 Juta (Rp347 Miliar) | > US$20 Juta (Rp347 Miliar) |
Sutradara film, David Frankel, mengungkapkan bahwa persetujuan dari Meryl Streep merupakan satu-satunya faktor penentu yang paling krusial sebelum pihak studio akhirnya memberikan lampu hijau bagi produksi film ini. Frankel menegaskan bahwa tanpa kesediaan Streep untuk kembali bergabung, tim produksi bahkan tidak pernah mempertimbangkan untuk melanjutkan kisah dunia mode kelas atas tersebut ke layar lebar.
Setelah mendapatkan sinyal positif, penulis naskah Aline Brosh McKenna segera menyusun draf cerita dan menyerahkannya secara langsung kepada Streep untuk mendapatkan masukan serta persetujuan mendalam. McKenna menceritakan bahwa dirinya harus menjalani sesi diskusi intensif selama berjam-jam bersama Streep guna membedah setiap detail karakter Miranda Priestly agar tetap konsisten dengan visi sang aktris senior tersebut.
Upaya keras seluruh tim produksi dan para pemain kini terbayar lunas jika melihat pencapaian finansial film yang diproduksi dengan anggaran sebesar US$100 juta ini di berbagai belahan dunia. Berdasarkan data terbaru dari Box Office Mojo, The Devil Wears Prada 2 sejauh ini telah berhasil mengumpulkan total pendapatan global mencapai US$268,2 juta sejak pertama kali dirilis ke publik.
Angka tersebut diperoleh dari akumulasi pendapatan domestik di wilayah Amerika Utara sebesar US$111 juta ditambah dengan pemasukan dari pasar internasional yang menyumbang sebesar US$156 juta. Dengan perolehan laba yang sudah mencapai lebih dari dua kali lipat biaya produksi awal, sekuel ini terbukti sukses mempertahankan daya tarik dan relevansinya bagi penonton generasi lama maupun baru.