Efek Piala Dunia 2026 ke Emiten Media, Saham Mana Paling Potensial Cuan?

Efek Piala Dunia 2026 ke Emiten Media, Saham Mana Paling Potensial Cuan?
Foto: Efek Piala Dunia 2026 ke Emiten Media, Saham Mana Paling Potensial Cuan?. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Gelaran akbar sepak bola sejagat, Piala Dunia 2026, kini menjadi perhatian serius bagi sejumlah perusahaan media yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Para pengamat pasar modal memprediksi bahwa pesta olahraga empat tahunan ini akan menjadi pendorong utama bagi penguatan kinerja fundamental emiten-emiten terkait.

Kenaikan jumlah pelanggan baru serta peningkatan trafik iklan diperkirakan akan menyasar emiten di sektor media seperti IRSX, SCMA, dan EMTK. Fenomena ini muncul seiring dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pertandingan tim nasional favorit mereka melalui berbagai platform digital maupun konvensional.

Strategi Kolaboratif Emiten Media Menjelang Piala Dunia

PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) menjadi salah satu perusahaan yang bergerak cepat untuk mengamankan peluang ekonomi dari turnamen besar ini. Melalui platform streaming over the top (OTT) miliknya, FolaPlay, perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan TVRI dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI).

Dalam kesepakatan tersebut, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi menunjuk FolaPlay sebagai mitra distribusi konten digital sekaligus wadah penayangan iklan. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan siaran pertandingan hingga ke pelosok negeri melalui infrastruktur digital yang lebih mumpuni.

Direktur Utama Folago Global Nusantara, Subioto Jingga, menjelaskan bahwa langkah ini tidak sekadar mengejar keuntungan komersial semata. Ia menekankan adanya semangat inklusi digital agar seluruh masyarakat dapat merasakan kebersamaan nasional selama momentum Piala Dunia 2026 berlangsung.

Subioto meyakini bahwa FolaPlay akan menjadi platform alternatif yang sangat menarik bagi para pengiklan dan agensi untuk menjangkau audiens digital. Besarnya skala turnamen ini dinilai sebagai waktu yang paling tepat untuk memperluas ekosistem pengguna layanan streaming mereka secara signifikan.

Berikut adalah beberapa poin utama mengenai strategi dan target IRSX dalam menghadapi perhelatan Piala Dunia :

  • Perusahaan menargetkan peningkatan jumlah pelanggan (subscriber) hingga mencapai angka jutaan pengguna baru melalui konten eksklusif.
  • FolaPlay dijadwalkan akan meluncur secara resmi pada awal Juni 2026, tepat sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
  • Kolaborasi dengan Internet Rakyat juga dilakukan untuk memastikan kualitas pengiriman konten video berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis.
  • Posisi FolaPlay dirancang untuk mengisi kekosongan infrastruktur OTT pada kanal televisi publik agar akses penonton semakin fleksibel.

Persiapan yang matang ini menunjukkan optimisme manajemen bahwa investasi pada lisensi konten olahraga kelas dunia akan membuahkan hasil positif bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Dengan jadwal peluncuran yang sangat berdekatan dengan kick-off pertandingan, IRSX berupaya memaksimalkan momentum pasar.

Analisis Potensi Monetisasi dan Dampak Sektoral

Dipta Daniswara, Retail Research Analyst dari Sinarmas Sekuritas, memberikan pandangan mendalam mengenai peran krusial IRSX dalam ekosistem penyiaran TVRI. Ia menilai IRSX hadir sebagai pelengkap karena TVRI memiliki keterbatasan dalam hal infrastruktur streaming mobile mandiri.

Selain masalah teknis, fleksibilitas dalam memonetisasi iklan digital menjadi keunggulan tersendiri bagi pihak swasta seperti IRSX. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI memiliki batasan regulasi tertentu yang membuat proses komersialisasi iklan tidak bisa dilakukan sebebas perusahaan komersial.

Beberapa sektor yang diperkirakan akan menerima dampak positif dari gelaran ini meliputi :

  • Emiten Media (SCMA & EMTK): Berpotensi mengalami lonjakan pendapatan dari belanja iklan perusahaan besar yang ingin tampil di sela pertandingan.
  • Sektor Telekomunikasi: Akan terjadi peningkatan konsumsi data internet akibat banyaknya masyarakat yang melakukan streaming pertandingan melalui perangkat seluler.
  • Sektor Konsumer: Permintaan terhadap produk makanan ringan dan minuman kemasan biasanya meningkat drastis sebagai teman menonton pertandingan.
  • Platform OTT: Menjadi saluran utama bagi generasi muda yang lebih memilih menonton secara mobile dibandingkan melalui televisi kabel konvensional.

Dipta menambahkan bahwa segmen audiens muda yang dibidik oleh FolaPlay jauh lebih menarik bagi pengiklan saat ini. Pola konsumsi media yang bergeser ke arah digital menjadikan platform OTT sebagai primadona baru dalam industri periklanan selama turnamen berlangsung.

Tren Pasar Saham Selama Periode Turnamen

Meskipun fundamental emiten media terlihat menjanjikan, investor perlu mencermati anomali yang sering terjadi di pasar modal selama Piala Dunia. Berdasarkan data historis, aktivitas transaksi dan likuiditas di bursa saham cenderung mengalami penurunan saat perhatian publik teralihkan ke sepak bola.

Sebagai contoh, pada kuartal IV tahun 2022 saat Piala Dunia sebelumnya digelar, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) IHSG menyusut sekitar 11,2 persen. Nilai transaksi yang biasanya tinggi turun menjadi Rp13,05 triliun karena fokus pelaku pasar yang terpecah.

Beberapa catatan penting bagi para investor saham dalam menghadapi momentum ini adalah :

Aspek Pertimbangan Penjelasan dan Dampak
Strategi Investasi Pendekatan jangka pendek (short-term) dinilai lebih efektif untuk memanfaatkan fluktuasi harga saham.
Risiko Profit Taking Harga saham yang sudah naik sebelum acara dimulai sangat rentan mengalami aksi ambil untung saat turnamen berjalan.
Likuiditas Pasar Ada kecenderungan volume perdagangan di bursa saham menurun karena euforia masyarakat terhadap pertandingan.

Tabel di atas merangkum bagaimana investor sebaiknya bersikap agar tidak terjebak dalam euforia sesaat yang bisa merugikan portofolio mereka. Ketelitian dalam memilih titik masuk dan keluar pasar menjadi kunci utama untuk meraih keuntungan maksimal.

Secara keseluruhan, Piala Dunia 2026 tetap menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri kreatif dan media di Indonesia. Namun, keberhasilan emiten dalam mengonversi trafik menjadi laba bersih akan sangat bergantung pada efisiensi operasional dan kualitas layanan digital yang mereka tawarkan kepada penonton.

Artikel terkait

Rekomendasi