Efek Memberi Makan Hewan Kurban Sebelum Disembelih, Ternyata Berdampak ke Keamanan Pangan 2026

Efek Memberi Makan Hewan Kurban Sebelum Disembelih, Ternyata Berdampak ke Keamanan Pangan 2026
Foto: Efek Memberi Makan Hewan Kurban Sebelum Disembelih, Ternyata Berdampak ke Keamanan Pangan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menjelang hari raya Idul Adha, persiapan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan teliti dan benar. Hal ini penting untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan menghasilkan daging yang berkualitas.

Kementerian Pertanian menekankan bahwa persiapan hewan sebelum dipotong memiliki dampak langsung pada aspek keamanan pangan. Salah satu prosedur yang sering terabaikan adalah memuasakan hewan kurban sebelum waktu penyembelihan tiba.

Pentingnya Memuasakan Hewan Sebelum Disembelih

Ira Firgorita, Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Ditjen PKH Kementan, menjelaskan bahwa hewan sebaiknya dipuasakan selama 12 jam. Pemberian pakan yang berlebihan sesaat sebelum disembelih justru dapat memicu risiko kesehatan bagi konsumen.

Hewan yang lambungnya penuh berisiko muntah saat proses penyembelihan berlangsung. Selain itu, kondisi organ pencernaan yang penuh akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kontaminasi kotoran pada daging kurban.

Beberapa alasan utama mengapa hewan kurban perlu dipuasakan sebelum dipotong:

  • Mencegah Kontaminasi: Lambung dan usus yang kosong meminimalkan risiko keluarnya feses yang dapat mencemari karkas.
  • Kebersihan Daging: Semakin sedikit jumlah kotoran dalam perut hewan, maka proses penanganan daging akan menjadi lebih bersih dan higienis.
  • Kesehatan Hewan: Menghindari risiko hewan mengalami mual atau muntah saat proses perebahan dan penyembelihan.

Meskipun pakan harus dihentikan, Ira menegaskan bahwa kebutuhan air minum tetap harus terpenuhi sepanjang waktu. Pasokan air yang cukup sangat krusial untuk menjaga kondisi fisik hewan agar tidak mengalami dehidrasi.

Menjaga Kesejahteraan Hewan dan Kualitas Daging

Selain faktor makanan, perlakuan yang baik terhadap hewan kurban sangat memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan. Hewan tidak boleh diperlakukan secara kasar dan harus diberikan waktu istirahat yang cukup di lokasi penampungan.

Secara aturan, hewan kurban wajib beristirahat minimal selama tiga jam sebelum naik ke meja penyembelihan. Hal ini dilakukan agar kondisi psikis hewan tetap tenang dan stabil sebelum dipotong.

Lingkungan Penyembelihan yang Kondusif

Faktor lingkungan di sekitar lokasi pemotongan juga memegang peran penting dalam menjaga kualitas hewan. Kerumunan orang yang terlalu ramai serta kebisingan yang tinggi dapat memicu stres pada hewan kurban.

Kondisi stres akan membuat hewan lebih sulit dikendalikan, sehingga proses penyembelihan memakan waktu lebih lama. Oleh karena itu, Ira menyarankan agar area penyembelihan sebaiknya dibuat tertutup agar hewan tetap tenang.

Manajemen Area Penyembelihan yang Higienis

Pemisahan area kerja merupakan kunci utama dalam menjaga higienitas dan keamanan produk pangan asal hewan. Area penyembelihan harus terpisah secara fisik dari tempat penampungan hewan maupun lokasi penanganan daging.

Tujuan utama dari pengaturan tata letak area kurban adalah sebagai berikut:

  • Menghindari Kontaminasi Silang: Memastikan kuman dari area kotor tidak berpindah ke area daging yang bersih.
  • Kepatuhan Standar: Menjamin seluruh proses memenuhi aspek kehalalan dan kesejahteraan hewan secara maksimal.
  • Keamanan Pangan: Menciptakan produk daging yang aman, sehat, utuh, dan halal untuk dikonsumsi masyarakat.

Secara prinsip, pengelolaan kurban harus mengacu pada empat pilar utama, yaitu kehalalan, kesejahteraan hewan, sanitasi yang baik, dan keamanan pangan. Dengan mengikuti prosedur ini, kualitas daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat akan tetap terjaga kesegarannya.

Artikel terkait

Rekomendasi