Ebola Mengganas di Afrika, Menlu AS Kritik WHO Lamban Tangani Wabah Terbaru!

Ebola Mengganas di Afrika, Menlu AS Kritik WHO Lamban Tangani Wabah Terbaru!
Foto: Ebola Mengganas di Afrika, Menlu AS Kritik WHO Lamban Tangani Wabah Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melayangkan kritik pedas terhadap kinerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Rubio menilai badan kesehatan PBB tersebut menunjukkan respons yang sangat lamban dalam mendeteksi wabah virus Ebola mematikan yang baru-baru ini muncul.

Kritik ini disampaikan Rubio pada Selasa (19/5/2026) ketika merespons pertanyaan media mengenai langkah pemerintah AS dalam menangani penyebaran virus tersebut. Menurutnya, keterlambatan ini sangat disayangkan mengingat WHO merupakan garda terdepan kesehatan global.

Rubio menyoroti posisi WHO dan CDC dalam penanganan wabah ini:

  • Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan WHO seharusnya menjadi pihak pertama yang bergerak cepat.
  • WHO dinilai kehilangan momentum penting dalam mengidentifikasi kemunculan awal virus Ebola.
  • Medan geografis yang sulit dan kondisi keamanan di wilayah terdampak menjadi tantangan berat bagi tim lapangan.
  • Lokasi wabah berada di wilayah konflik yang membuat akses bantuan kesehatan semakin terhambat.

Sentimen serupa juga diungkapkan oleh seorang pejabat senior di kementerian luar negeri Amerika Serikat yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya. Pejabat tersebut membeberkan bahwa proses konfirmasi wabah oleh WHO memakan waktu hingga sepuluh hari.

Keterlambatan konfirmasi tersebut mengakibatkan hilangnya waktu krusial yang seharusnya bisa digunakan untuk langkah mitigasi awal. "Kami baru mulai merespons pada hari keempat, padahal seharusnya kami sudah bergerak sejak hari ke-14," ungkap pejabat tersebut.

Tudingan Kegagalan Berulang WHO

Kritik dari pihak Amerika Serikat tidak berhenti pada penanganan Ebola saja, namun juga merembet ke rekam jejak WHO secara keseluruhan. Pejabat senior tersebut menyatakan bahwa badan kesehatan dunia ini telah berulang kali gagal mengemban mandatnya.

Pihak AS kembali mengungkit masalah penanganan pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun silam sebagai bukti kegagalan tersebut. WHO dituding sengaja menutupi fakta mengenai asal-usul pandemi demi kepentingan politik pihak tertentu.

Menanggapi serangan tersebut, WHO secara tegas membantah tudingan bahwa mereka bersikap terlalu lunak atau membantu negara tertentu menyembunyikan informasi kesehatan. WHO menekankan bahwa tugas mereka adalah menjalin kerja sama profesional dengan seluruh negara anggota tanpa terkecuali.

Ketegangan antara pemerintah Amerika Serikat dan WHO ini terjadi di tengah kebijakan fiskal yang cukup ketat dari Gedung Putih. Saat ini, Presiden Donald Trump sedang menjalankan kebijakan pemotongan anggaran bantuan luar negeri secara besar-besaran.

Berikut adalah ringkasan poin utama dalam kritik pemerintah AS terhadap WHO:

Aspek Kritik Detail Permasalahan
Waktu Identifikasi Butuh 10 hari bagi WHO hanya untuk mengonfirmasi keberadaan wabah Ebola.
Momentum Penanganan AS merasa kehilangan waktu 14 hari yang sangat penting untuk tindakan pencegahan awal.
Akses Lokasi Kendala keamanan di wilayah perang menghambat pengiriman bantuan ke titik wabah.
Integritas Lembaga Tudingan mengenai kurangnya transparansi dalam penanganan pandemi masa lalu.

Ringkasan di atas menunjukkan adanya ketidakpuasan mendalam dari pihak Washington terhadap kecepatan kerja birokrasi kesehatan internasional. Hal ini memicu perdebatan mengenai efektivitas koordinasi kesehatan global di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi