Dugaan Intimidasi Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Usai Protes Penilaian Juri Berbuntut Panjang

Dugaan Intimidasi Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Usai Protes Penilaian Juri Berbuntut Panjang
Foto: Ilustrasi Dugaan Intimidasi Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Usai Protes Penilaian Juri Berbuntut Panjang.
Ukuran teks

Pelaksanaan babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di tingkat Provinsi Kalimantan Barat berakhir dengan kontroversi. Ajang yang seharusnya menjadi wadah edukasi ini justru memicu polemik setelah salah satu peserta dilaporkan menerima ancaman hukum.

Persoalan ini mencuat ke publik setelah kakak peserta tersebut membagikan keluh kesahnya melalui media sosial pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa adiknya mengalami tekanan mental yang cukup serius akibat kejadian tersebut.

Dugaan Ketidakadilan Penilaian Juri

Ketegangan bermula saat sesi tanya jawab mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Juri memberikan pengurangan skor sebanyak 5 poin kepada salah satu tim meski jawaban yang diberikan diklaim sudah tepat.

Kekecewaan memuncak ketika pertanyaan yang sama dilempar ke tim lawan. Tim tersebut memberikan jawaban yang identik namun justru mendapatkan tambahan 10 poin dari dewan juri.

Pihak keluarga mengaku telah berulang kali memeriksa rekaman siaran langsung untuk memastikan kebenaran jawaban tersebut. Menurut sang kakak, tidak ada perbedaan substansi antara jawaban adiknya dengan jawaban tim lawan yang dinyatakan benar.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kejanggalan penilaian yang dirasakan oleh peserta :

  • Konsistensi Jawaban: Peserta memberikan jawaban yang sama persis dengan tim lawan namun mendapatkan perlakuan nilai yang berbeda.
  • Alasan Artikulasi: Saat diprotes, juri berdalih bahwa penilaian tidak hanya pada isi, tetapi juga pada artikulasi atau kejelasan suara saat berbicara.
  • Penalti Skor: Peserta pertama mendapat pengurangan 5 poin, sedangkan tim lawan mendapat tambahan 10 poin untuk jawaban serupa.

Informasi tersebut didapatkan dari keterangan pihak keluarga yang memantau jalannya perlombaan melalui kanal resmi YouTube MPR RI.

Tekanan Psikologis dan Ancaman Somasi

Masalah kian membesar setelah video kritik mengenai penilaian juri tersebut viral di media sosial. Bukannya mendapatkan penjelasan atau ruang diskusi, peserta justru menerima pesan singkat berisi ancaman hukum.

Melalui aplikasi WhatsApp, seseorang yang identitasnya belum diketahui menuntut agar video protes tersebut segera dihapus dari Instagram. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, pihak tersebut mengancam akan melayangkan surat somasi.

Akibat ancaman tersebut, kondisi psikis peserta dikabarkan menurun drastis. Ia dilaporkan mengalami trauma hingga melakukan aksi mogok makan karena merasa takut dan bingung dengan situasi yang menimpanya.

Sang kakak mengungkapkan kesedihannya melihat sang adik yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan demi menghafal konstitusi. Ia merasa miris karena semangat adiknya untuk berkompetisi justru dibalas dengan intimidasi hukum.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih mencari cara terbaik untuk menangani masalah ini. Belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara mengenai keluhan dan ancaman somasi yang menimpa peserta asal Kalimantan Barat tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi