Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina

Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Foto: Ilustrasi Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina.
Ukuran teks

Pemerintah Filipina mengeluarkan peringatan keras kepada Ronald "Bato" Dela Rosa agar tidak mencoba melarikan diri ke luar negeri. Mantan kepala kepolisian tersebut kini tengah menghadapi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Langkah hukum ini merupakan buntut dari operasi "perang anti-narkoba" yang menelan ribuan korban jiwa selama masa jabatannya. Bato, yang kini berstatus sebagai senator, merupakan sekutu terdekat mantan presiden Rodrigo Duterte.

Menghilangnya Bato dari Pengawasan

Situasi sempat memanas ketika Bato mencari perlindungan di gedung Senat untuk menghindari penangkapan pada Senin lalu. Namun, keberadaannya mulai dipertanyakan setelah ia dilaporkan meninggalkan gedung tersebut tanpa pemberitahuan pada Kamis malam.

Menteri Kehakiman Fredderick Vida menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dokumen resmi dari ICC mengenai perintah penangkapan ini. Saat ini, otoritas setempat masih menunggu keputusan Mahkamah Agung Filipina terkait gugatan legalitas yang diajukan sang senator.

Pemerintah Filipina menekankan poin-poin berikut terkait upaya pelarian diri:

  • Segala bentuk upaya meninggalkan negara akan dianggap sebagai tindakan menghina sistem keadilan.
  • Petugas penegak hukum dan penjaga perbatasan telah menerima instruksi untuk melakukan penangkapan seketika.
  • Petugas bandara dan pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan sang senator.
  • Proses hukum harus tetap dihormati tanpa adanya upaya sabotase dengan keluar dari wilayah hukum Filipina.

Langkah tegas ini diambil guna memastikan bahwa proses hukum internasional dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pihak kementerian juga menegaskan bahwa tidak ada perlindungan khusus bagi siapapun yang mencoba menghindar dari keadilan.

Tuduhan Kejahatan Kemanusiaan

ICC secara resmi telah membuka segel surat perintah penangkapan yang menuduh Bato melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia diduga terlibat dalam aksi pembunuhan di luar hukum secara sistematis bersama beberapa pelaku lainnya.

Dukungan politik sempat datang dari Presiden Senat Alan Peter Cayetano yang memberikan perlindungan di gedung Senat pada awal pekan. Namun, dukungan tersebut tidak menghalangi desakan internasional agar Bato segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rangkuman informasi terkait kasus penangkapan Ronald Dela Rosa:

Aspek Kasus Keterangan Detail
Status Hukum Ditetapkan sebagai buronan ICC atas dugaan kejahatan kemanusiaan.
Posisi Saat Ini Senator aktif dan mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina.
Latar Belakang Operasi perang anti-narkoba yang menewaskan ribuan warga sipil.
Status Keberadaan Terakhir terlihat meninggalkan gedung Senat tanpa pemberitahuan resmi.

Tabel di atas merangkum poin-poin utama yang menjadi dasar ketegangan antara otoritas hukum Filipina dan pihak Dela Rosa. Kasus ini menjadi sorotan dunia karena melibatkan pejabat tinggi yang masih menjabat di pemerintahan.

Hingga saat ini, Departemen Kehakiman terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memantau titik-titik perbatasan. Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari Mahkamah Agung Filipina untuk menentukan arah hukum bagi sang mantan jenderal.

Artikel terkait

Rekomendasi