Developer MindsEye Masih Sponsori Streamer, Game Terbaru Ini Terbukti Membayar di 2026

Developer MindsEye Masih Sponsori Streamer, Game Terbaru Ini Terbukti Membayar di 2026
Foto: Developer MindsEye Masih Sponsori Streamer, Game Terbaru Ini Terbukti Membayar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Keputusan pengembang game MindsEye, Build A Rocket Boy, untuk tidak membagikan kode ulasan kepada jurnalis maupun kreator sebelum peluncuran ternyata berujung pahit. Sejak resmi dirilis pada 10 Juni 2025, berbagai ulasan yang muncul justru menunjukkan respons negatif yang cukup masif di kalangan publik.

Kondisi ini tentu sangat memengaruhi antusiasme para pemain untuk mencoba game tersebut. Namun, sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa pihak pengembang masih terus berusaha mempromosikan game ini melalui jalur sponsor kepada para pembuat konten.

Strategi Sponsor di Tengah Sepinya Pemain

Meski jumlah pemain aktif di platform Steam sangat rendah, yakni hanya berkisar 10 hingga 15 orang saja setiap harinya, Build A Rocket Boy tampaknya belum menyerah. Mereka tetap rutin memberikan pembaruan konten dan gencar melakukan promosi melalui para influencer.

Hal ini terungkap melalui temuan FRVR mengenai seorang streamer Twitch sekaligus YouTuber populer bernama Criken. Criken yang memiliki lebih dari satu juta pengikut diketahui sempat melakukan siaran langsung MindsEye pada bulan lalu.

Baru-baru ini, ia juga mengunggah video berdurasi 10 menit yang secara eksplisit menunjukkan adanya kerja sama komersial dengan pihak pengembang. Dalam deskripsi videonya, terdapat ajakan untuk memainkan game tersebut lengkap dengan label tagar kemitraan resmi.

Bukti kerja sama sponsor yang ditemukan pada konten tersebut:

  • Pencantuman tagar #ad dan #MindsEyePartner dalam deskripsi video sebagai tanda konten berbayar.
  • Ucapan terima kasih secara langsung dari Criken kepada pengembang karena telah mensponsori sesi siaran langsungnya.
  • Ajakan kepada penonton untuk mengunduh dan mencoba pengalaman bermain di dunia open-world MindsEye.

Keterlibatan kreator besar dalam mempromosikan game yang sedang terpuruk ini memicu diskusi hangat di komunitas pemain. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas dari strategi pemasaran yang dijalankan oleh pengembang saat ini.

Kontroversi Finansial dan Masalah Internal Perusahaan

Langkah Build A Rocket Boy yang berani membayar streamer papan atas ini dianggap membingungkan oleh banyak orang. Pasalnya, perusahaan tersebut baru saja melakukan perampingan organisasi dengan memecat sekitar 250 karyawannya.

Kondisi keuangan perusahaan kini menjadi sorotan tajam, terutama karena mereka masih mengalokasikan anggaran besar untuk pemasaran di tengah krisis internal. Selain itu, gelombang protes dari mantan karyawan juga mulai bermunculan ke permukaan.

Beberapa mantan staf kabarnya sedang mempersiapkan gugatan hukum terhadap studio tersebut. Mereka merasa proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan secara tidak layak dan kondisi kerja selama pengembangan telah merusak kesehatan mental mereka.

Berikut adalah ringkasan masalah yang saat ini dihadapi oleh Build A Rocket Boy:

Kategori Masalah Detail Informasi
Performa Game Jumlah pemain aktif harian di Steam sangat rendah (10-15 orang).
Krisis Internal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap 250 pengembang.
Isu Hukum Gugatan dari mantan karyawan terkait kondisi kerja dan prosedur PHK.
Pemasaran Tetap mensponsori kreator konten besar meski kondisi finansial dipertanyakan.

Tabel di atas memperlihatkan kontras yang nyata antara upaya promosi luar ruang dengan kondisi stabilitas di dalam internal studio. Masalah ini semakin pelik karena kualitas game saat dirilis dianggap belum matang oleh para pemain.

Tanggapan Resmi dari Build A Rocket Boy

Merespons berbagai tudingan yang ada, Build A Rocket Boy menyatakan rasa sedih mereka atas keputusan PHK yang harus diambil. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses pengurangan karyawan telah dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta transparansi yang tinggi.

Pihak studio juga bersikeras bahwa mereka telah memenuhi semua kewajiban hukum terkait pesangon dan hak karyawan lainnya. Mereka berkomitmen untuk terus belajar dari kesalahan dan terbuka terhadap masukan dari para mantan staf demi perbaikan di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi