Ajang bergengsi Dell Technologies World 2026 yang berlangsung di Las Vegas menjadi panggung utama bagi Michael Dell untuk memaparkan visi masa depan teknologi. CEO Dell Technologies tersebut menekankan bahwa standar penilaian untuk infrastruktur teknologi di level perusahaan kini telah mengalami pergeseran besar.
Perusahaan tidak lagi sekadar fokus pada jumlah unit GPU atau membandingkan antara penggunaan cloud dan sistem lokal. Fokus utama industri saat ini telah beralih sepenuhnya pada efisiensi operasional yang konkret melalui metrik penilaian yang jauh lebih modern.
Dua metrik kunci yang mulai diperkenalkan dalam ajang ini adalah Time to Token dan Cost per Token. Time to Token digunakan untuk mengukur secepat apa sebuah sistem merespons permintaan pengguna, sementara Cost per Token menghitung efisiensi biaya produksi output AI dalam skala industri.
Langkah strategis ini sengaja diambil guna memastikan bahwa setiap investasi besar dalam infrastruktur kecerdasan buatan memberikan hasil yang dapat diukur secara jelas. Dengan demikian, organisasi dapat memastikan keberlanjutan bisnis mereka di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.
Evolusi Menuju Era Agentic AI
Kehadiran CEO NVIDIA, Jensen Huang, di panggung yang sama semakin mempertegas urgensi penggunaan metrik-metrik baru tersebut. Huang menjelaskan bahwa dunia kini tengah memasuki era Agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan bernalar dan mengeksekusi tugas secara mandiri.
Sistem canggih ini membutuhkan daya komputasi yang luar biasa besar, yakni sekitar 100 hingga 1.000 kali lipat dibandingkan model AI standar sebelumnya. Namun, transformasi ini dijanjikan mampu memangkas waktu pengerjaan proyek dari yang semula berbulan-bulan menjadi hanya hitungan hari saja.
Dell juga melaporkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 5.000 pelanggan tingkat perusahaan yang menjalankan beban kerja produksi mereka melalui "Pabrik AI Dell". Fasilitas ini ditenagai sepenuhnya oleh platform NVIDIA, mencatatkan lonjakan pengguna yang sangat signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Untuk mendukung performa tersebut, Dell meluncurkan mesin orkestrasi data terbaru pada Platform Data AI mereka. Teknologi ini dirancang khusus untuk menghancurkan hambatan berupa silo data yang selama ini kerap menjadi kendala dalam proses produksi kecerdasan buatan.
Berikut adalah ringkasan peningkatan performa yang ditawarkan oleh platform terbaru dari Dell dibandingkan generasi pendahulunya:
| Kategori Performa | Tingkat Peningkatan |
|---|---|
| Pengindeksan Vektor | 12x Lebih Cepat |
| Kueri Data | 6x Lebih Cepat |
| Time to First Token | 19x Lebih Cepat |
Data di atas menunjukkan lonjakan efisiensi yang luar biasa, terutama pada kecepatan respons awal sistem yang mencapai belasan kali lipat. Pencapaian ini diharapkan dapat mempermudah perusahaan dalam mengolah data raksasa secara lebih instan dan akurat.
Ekosistem Terbuka dan Aliansi Strategis
Guna mempercepat proses adopsi teknologi kecerdasan buatan secara global, Dell terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai raksasa teknologi dunia. Salah satu kolaborasi yang paling menonjol adalah kemitraan dengan Google yang menghadirkan layanan Gemini 3 Flash pada server Dell PowerEdge XE9780.
Selain Google, Dell juga menjalin integrasi erat dengan OpenAI melalui penggabungan Codex ke dalam Platform Data AI Dell. Langkah ini ditujukan untuk mempermudah pengembangan agen internal yang berfokus pada pengkodean atau programming secara otomatis.
Dell juga membuka akses bagi ekosistem terbuka melalui kerja sama dengan Hugging Face untuk pengoptimalan model open-weight. Model-model populer seperti DeepSeek-V4 dan GLM 5.1 kini dapat diakses secara lokal dengan optimasi penuh pada infrastruktur milik Dell.
Kemitraan dengan NVIDIA pun semakin dalam melalui dukungan penuh untuk GPU Blackwell terbaru. Dell juga memperkenalkan arsitektur pendingin cair (CDU) C7000 guna mendukung platform Vera Rubin NVL72 yang dikenal memiliki konsumsi daya yang sangat tinggi.
Solusi AI Hibrida dan Efisiensi Anggaran
Berdasarkan data internal Dell, terungkap fakta menarik bahwa sekitar 88% organisasi saat ini menjalankan setidaknya satu beban kerja AI mereka di lingkungan lokal. Fenomena ini menunjukkan bahwa keamanan dan kontrol data tetap menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan besar.
Merespons tren tersebut, Dell merilis Deskside Agentic AI yang menggunakan jajaran workstation Precision terbaru. Solusi ini memberikan kebebasan bagi perusahaan untuk memiliki sistem cerdas yang tangguh namun tetap berada di bawah kendali fisik mereka sendiri.
Penggunaan konfigurasi lokal ini diklaim sangat menguntungkan dari sisi finansial bagi perusahaan dalam jangka panjang. Dell menyebutkan bahwa titik impas atau pengembalian modal jika dibandingkan dengan biaya API cloud publik dapat dicapai hanya dalam waktu 3 bulan.
Dengan adanya pergeseran teknologi ini, tantangan bagi para Chief Information Officer (CIO) kini bukan lagi sekadar cara memiliki teknologi AI. Fokus mereka harus beralih pada pengelolaan lapisan keamanan atau "harness" tempat para agen AI tersebut bekerja.
Pengawasan ketat pada lapisan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa otonomi yang dimiliki oleh mesin tetap terkendali dengan baik. Keamanan dalam ekosistem perusahaan harus tetap menjadi pondasi utama agar inovasi Agentic AI ini tidak menimbulkan risiko di masa depan.