Komedian Dede Sunandar akhirnya angkat bicara mengenai prahara rumah tangga yang tengah ia hadapi bersama sang istri, Karen Hertatum. Dede secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya tersebut.
Tindakan kekerasan ini dipicu oleh kemarahan Dede terhadap perilaku Karen yang dianggapnya tidak pantas dilakukan di dalam rumah. Akibat dari insiden emosional tersebut, buah hati mereka pun turut menjadi korban terdampak dari kekerasan yang terjadi.
Alasan dan Kronologi Insiden Kekerasan
Dede menjelaskan bahwa peristiwa KDRT tersebut sebenarnya sudah berlangsung beberapa tahun silam saat dirinya sedang emosi. Menurut pengakuannya, kemarahan itu meledak karena ia mendengar kabar bahwa Karen membawa teman pria dan mengonsumsi minuman keras di kediaman mereka.
Dede merasa sangat terganggu dengan informasi yang ia dapatkan saat dirinya sedang bekerja di luar kota. Meski memberikan alasan tersebut, ia menyadari sepenuhnya bahwa melakukan kekerasan fisik adalah sebuah kesalahan besar yang tidak bisa dibenarkan.
Dede Sunandar menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukannya kepada sang istri :
- Mengakui secara jujur bahwa tindakan KDRT yang dilakukan adalah sebuah kesalahan fatal.
- Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Karen Hertatum.
- Menyadari bahwa emosi sesaat telah merugikan keluarga dan anak-anaknya.
- Berkomitmen untuk melakukan introspeksi diri atas perilaku buruknya di masa lalu.
Pernyataan maaf ini muncul setelah Karen sebelumnya membeberkan kondisi rumah tangga mereka di sebuah saluran YouTube pada Minggu (10/5). Dalam acara bertajuk Dilan No Filter tersebut, Karen menunjukkan bukti-bukti kekerasan yang selama ini ia simpan rapat.
Dampak Kekerasan Terhadap Anak
Karen Hertatum mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, ia mengalami penganiayaan yang sangat hebat dari suaminya sendiri. Ia menceritakan momen mengerikan saat dirinya dijambak, ditarik, hingga dihajar seolah-olah tidak lagi dianggap sebagai manusia.
Situasi semakin memilukan ketika anak pertama mereka mencoba melerai perselisihan tersebut demi melindungi ibunya. Namun, tindakan berani sang anak justru membuatnya terkena pukulan hingga mengalami luka serius pada bagian bibir.
Berikut adalah detail luka dan dampak yang dialami oleh Karen serta anaknya berdasarkan pengakuannya :
| Korban | Jenis Kekerasan / Dampak |
|---|---|
| Karen Hertatum | Dijambak, ditarik, dan dihajar habis-habisan oleh Dede. |
| Anak Pertama | Terkena pukulan di bagian wajah saat mencoba melindungi ibunya. |
| Kondisi Fisik Anak | Bibir pecah dan mengeluarkan darah akibat hantaman benda tumpul. |
Melalui data tersebut, terlihat betapa traumatisnya kejadian yang menimpa keluarga kecil ini di masa lalu. Karen juga sempat menunjukkan rekaman video sebagai bukti kuat atas aksi kekerasan yang pernah dilakukan oleh Dede Sunandar.
Klarifikasi Tuduhan Perselingkuhan
Selain masalah kekerasan fisik, Karen juga meluruskan tuduhan perselingkuhan yang diarahkan Dede kepadanya. Dede dikabarkan merasa cemburu dan salah paham karena mengira Karen menjalin hubungan gelap melalui sebuah gim daring.
Masalah rumah tangga ini sebenarnya mulai tercium publik saat Dede tampil di sebuah konten YouTube pada awal April 2026. Saat itu, Dede menyebutkan bahwa dirinya dan sang istri sudah tidak lagi tinggal satu atap meski ia masih berharap bisa rujuk.
Namun, keterangan tersebut sempat dibantah oleh Karen yang menyatakan bahwa mereka masih tinggal bersama hingga 8 April 2026. Sejak tanggal tersebut, Karen memutuskan untuk benar-benar pergi dan meninggalkan rumah mertuanya karena sudah tidak tahan lagi.
Berikut adalah lini masa singkat mengenai perpisahan mereka menurut keterangan Karen :
- 6 April 2026: Dede Sunandar mengumumkan kepada publik bahwa mereka telah pisah rumah.
- 8 April 2026: Karen secara resmi keluar dari rumah dan membawa diri menjauh dari Dede.
- Mei 2026: Karen mengungkapkan sudah hampir sebulan tidak bertemu dengan anak-anak maupun suaminya.
Karen menegaskan bahwa keputusannya untuk pergi adalah langkah terakhir setelah bertahun-tahun mencoba bertahan. Ia merasa perlu mengambil jarak demi kesehatan mentalnya dan masa depan anak-anak mereka.
Upaya Mediasi dan Penyesalan Dede
Menanggapi semua pernyataan sang istri, Dede Sunandar memilih untuk bersikap pasrah dan meminta maaf kepada orang tua Karen. Ia mengaku sudah menemui mertuanya secara langsung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.
Walaupun begitu, Dede menyayangkan langkah Karen yang membawa urusan pribadi mereka ke ranah konsumsi publik. Ia berpendapat bahwa tidak semua informasi yang disampaikan sang istri sepenuhnya benar, meski ia tidak membantah ada banyak kesalahan dari pihaknya.
Dede menyatakan bahwa ia terus berusaha berkomunikasi dengan istrinya melalui telepon genggam untuk mencari jalan keluar. Sayangnya, hingga kini ia merasa Karen masih sering mengulur waktu dan belum bersedia untuk bertemu secara tatap muka.
Konflik ini ternyata berakar dari rasa kecewa Karen yang pernah mengetahui Dede berselingkuh saat anak pertama mereka baru lahir. Sejak saat itu, kepercayaan dalam rumah tangga yang telah dibina selama 12 tahun sejak Oktober 2014 ini terus mengalami keretakan.