Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan terbaru mengenai suhu udara maksimum harian di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data periode 18 hingga 19 Mei 2026, suhu tertinggi di tanah air terpantau menembus angka 35,6 derajat Celsius.
Kondisi gerah ini dirasakan secara merata di sejumlah daerah seiring dengan datangnya musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap paparan cuaca panas yang cukup menyengat dalam beberapa waktu terakhir.
Daftar Daerah dengan Suhu Tertinggi di Indonesia
Dari hasil pengamatan di berbagai stasiun pemantauan, Lampung Utara dan Ciputat di Tangerang Selatan mencatatkan suhu tertinggi. Keduanya berada di posisi puncak dengan suhu maksimum mencapai 35,6 derajat Celsius.
Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah yang paling mendominasi daftar kota terpanas kali ini. Selain Lampung Utara, beberapa daerah seperti Tulang Bawang dan Bandar Lampung juga mencatatkan suhu udara yang cukup tinggi.
Berikut adalah rincian 20 wilayah dengan suhu udara paling panas di Indonesia berdasarkan pantauan BMKG:
| Peringkat | Lokasi / Stasiun Pemantauan | Suhu Maksimum |
|---|---|---|
| 1 | Lampung Utara, Lampung (Stageof) | 35,6°C |
| 2 | Ciputat, Tangerang Selatan, Banten | 35,6°C |
| 3 | Muaro Jambi, Jambi (Staklim) | 35,1°C |
| 4 | Subang, Jawa Barat (Surya Darma TNI AU) | 35°C |
| 5 | Palembang, Sumatera Selatan (Staklim) | 34,8°C |
| 6 | Majalengka, Jawa Barat (Stamet Kertajati) | 34,6°C |
| 7 | Lampung (Staklim Lampung) | 34,6°C |
| 8 | Palembang, Sumatera Selatan (Stamet SMB II) | 34,6°C |
| 9 | Tulang Bawang, Lampung (Pangeran M. Bunyamin) | 34,6°C |
| 10 | Deli Serdang, Sumatera Utara (Stageof) | 34,6°C |
| 11 | Ketapang, Kalimantan Barat (Stamet Rahadi Oesman) | 34,6°C |
| 12 | Bandar Lampung, Lampung (Maritim Panjang) | 34,5°C |
| 13 | Jakarta Timur, DKI Jakarta (Halim Perdana Kusuma) | 34,4°C |
| 14 | Curug, Banten (Stamet Budiarto) | 34,4°C |
| 15 | Berau, Kalimantan Timur (Stamet Kalimarau) | 34,4°C |
| 16 | Medan, Sumatera Utara (Soewondo TNI AU) | 34,4°C |
| 17 | Tangerang, Banten (Staklim Banten) | 34,4°C |
| 18 | Bengkulu, Bengkulu (Staklim Bengkulu) | 34,3°C |
| 19 | Serang, Banten (Stamet Maritim) | 34,1°C |
| 20 | Magetan, Jawa Timur (Iswahyudi TNI AU) | 34°C |
Data di atas dikumpulkan dari berbagai titik pemantauan seperti Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi, hingga pangkalan udara TNI AU. Mayoritas wilayah di Indonesia saat ini memang terpantau berada pada kisaran suhu 34 hingga 35 derajat Celsius.
Penyebab Meningkatnya Suhu Udara
Masuknya musim kemarau di pertengahan tahun 2026 menjadi faktor utama meningkatnya suhu udara di berbagai daerah. Fenomena alam ini membuat cuaca terasa lebih terik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Kondisi kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih terasa dampaknya akibat munculnya potensi fenomena El Nino. Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) yang menuju fase positif juga turut mempengaruhi cuaca di Indonesia.
Beberapa dampak yang mungkin timbul akibat fenomena El Nino dan IOD antara lain:
- Penurunan intensitas curah hujan secara signifikan di berbagai wilayah.
- Peningkatan suhu udara harian yang menyebabkan cuaca terasa sangat menyengat.
- Potensi kekeringan di area pertanian dan berkurangnya cadangan air tanah.
- Meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi rawan.
Kombinasi kedua fenomena tersebut menyebabkan penguapan air di wilayah Indonesia berkurang secara drastis. Akibatnya, langit menjadi lebih cerah tanpa tutupan awan yang menghalangi sinar matahari langsung ke bumi.
Meskipun cuaca panas mendominasi, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memberikan catatan penting. Menurutnya, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini merupakan bagian dari masa transisi menuju puncak musim kemarau. Masyarakat disarankan untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.