Operasi militer ambisius bertajuk Project Freedom yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump gagal membuahkan hasil manis bagi ribuan pelaut di Selat Hormuz. Upaya pengawalan armada laut ini tercatat hanya mampu bertahan selama kurang dari 48 jam dan justru gagal membebaskan 1.600 kapal yang saat ini terjebak di kawasan tersebut.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa janji kebebasan navigasi tersebut belum terwujud karena hanya ada dua kapal yang sanggup melintasi selat yang didominasi kontrol Iran itu. Berdasarkan laporan NBC News, Trump terpaksa menangguhkan operasi ini setelah memicu gelombang protes dan kemarahan dari sejumlah negara mitra di kawasan Teluk.
Arab Saudi menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyatakan keberatannya karena merasa tidak dilibatkan dalam koordinasi strategis mengenai pelaksanaan operasi militer tersebut. Sebagai bentuk penolakan, Riyadh akhirnya menutup izin bagi militer Amerika Serikat untuk beroperasi melalui pangkalan udara militer Prince Sultan di wilayah mereka.
Situasi pelayaran internasional saat ini kembali diliputi ketidakpastian lantaran para pengusaha kapal tidak berani mengambil risiko untuk melintasi jalur sempit sepanjang 21 mil tersebut. Walaupun kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sudah berjalan sejak awal April, ancaman dari serangan drone serta rudal masih terus menghantui wilayah perairan itu.
Gene Seroka selaku Direktur Eksekutif Port of Los Angeles menegaskan bahwa kepercayaan sektor pelayaran komersial hanya bisa dipulihkan melalui perjanjian damai yang benar-benar sah dan terkonfirmasi. Ia juga mengungkapkan bahwa belum ada satupun pimpinan perusahaan pelayaran yang bersedia memindahkan kargo mereka di bawah pengawalan pasukan Amerika Serikat saat ini.
Statistik Operasi dan Dampak di Selat Hormuz
| Kategori Data | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Jumlah kapal yang terdampar | 1.600 kapal |
| Durasi operasi Project Freedom | Kurang dari 48 jam |
| Kapal yang berhasil melintas | 2 kapal |
| Volume pelayaran normal harian | 120 kapal per hari |
| Kontribusi pasokan minyak dunia | Sekitar 20% |
| Lebar jalur perairan Selat Hormuz | 21 mil |
Hingga kini, puluhan ribu pelaut masih mencari celah aman untuk dapat keluar dari kebuntuan logistik yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan terakhir. Kegagalan diplomasi militer ini semakin memperkeruh ketegangan regional yang mengancam stabilitas distribusi energi global ke berbagai penjuru dunia.