Cegah Kanker Lambung Sejak Dini, Dokter Ungkap Pentingnya Metode Urea Breath Test Terbaru 2026

Cegah Kanker Lambung Sejak Dini, Dokter Ungkap Pentingnya Metode Urea Breath Test Terbaru 2026
Foto: Cegah Kanker Lambung Sejak Dini, Dokter Ungkap Pentingnya Metode Urea Breath Test Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kanker lambung masih menjadi ancaman kesehatan serius secara global dengan catatan sekitar satu juta diagnosis baru setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, angka kematian dilaporkan menyentuh angka 700.000 kasus, yang menunjukkan tingkat keganasan penyakit ini.

Salah satu pemicu utama dari penyakit mematikan ini adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori atau H. pylori. Bakteri ini diperkirakan telah menginfeksi lebih dari setengah penduduk dunia saat ini.

Lembaga Internasional untuk Penelitian Kanker bahkan telah menetapkan bakteri ini sebagai karsinogen golongan satu. Penetapan ini didasari oleh bukti kuat mengenai hubungan antara infeksi bakteri tersebut dengan munculnya kanker lambung.

Tantangan Deteksi Dini Kanker Lambung

Kesulitan utama dalam menangani kanker lambung terletak pada gejalanya yang sering kali tidak terlihat secara spesifik pada fase awal. Hal ini menyebabkan banyak penderita baru berkonsultasi dengan tim medis ketika penyakit sudah memasuki stadium akhir.

Infeksi H. pylori sendiri sebenarnya dapat dideteksi lebih awal, namun sayangnya sering kali diabaikan oleh masyarakat. Gejala yang muncul sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa yang tidak berbahaya.

Penderita biasanya mengeluhkan rasa nyeri pada ulu hati, perut yang terasa kembung, hingga mual. Meski tampak ringan, gejala tersebut merupakan tanda adanya peradangan kronis pada lapisan mukosa lambung.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, peradangan ini bisa berubah menjadi lesi prakanker yang sangat berbahaya. Data menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi bakteri ini memiliki risiko terkena kanker lambung 3 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang sehat.

Mengenal Metode Urea Breath Test (UBT)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa diagnosis infeksi ini bisa dilakukan lewat beberapa cara. Salah satu metode yang paling direkomendasikan adalah Urea Breath Test (UBT).

Beberapa keunggulan dan fungsi utama dari metode pemeriksaan Urea Breath Test (UBT) adalah sebagai berikut:

  • Prosedur Non-Invasif: Pemeriksaan ini dilakukan tanpa perlu memasukkan alat bedah ke dalam tubuh sehingga lebih nyaman bagi pasien.
  • Akurasi Tinggi: Memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang sangat baik dalam mendeteksi keberadaan bakteri H. pylori.
  • Evaluasi Pengobatan: Digunakan untuk memantau apakah terapi eradikasi bakteri yang dijalankan pasien telah berhasil atau belum.
  • Kecepatan Hasil: Memberikan hasil diagnosa yang relatif cepat untuk menentukan langkah medis selanjutnya.

Selain UBT, pemeriksaan juga bisa dilakukan melalui tindakan invasif seperti endoskopi yang disertai dengan pengambilan sampel jaringan atau biopsi. Langkah ini biasanya diambil jika diperlukan pengamatan visual secara langsung pada area lambung.

Dampak Infeksi dan Penanganan Kanker Saluran Cerna

Studi terkini mengungkapkan fakta bahwa infeksi H. pylori tidak hanya berdampak pada lambung. Terdapat indikasi kuat bahwa bakteri ini juga memicu pertumbuhan polip di usus besar yang bisa berkembang menjadi tumor ganas.

Penting bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mencegah komplikasi jangka panjang yang lebih berat. Fasilitas kesehatan seperti Siloam Hospitals TB Simatupang kini telah menyediakan layanan UBT serta endoskopi lengkap.

Layanan evaluasi saluran cerna secara komprehensif yang tersedia meliputi beberapa prosedur berikut:

Jenis Layanan Fungsi Utama Pemeriksaan
Urea Breath Test (UBT) Deteksi non-invasif bakteri H. pylori melalui embusan napas.
Gastroskopi Pemeriksaan visual pada area kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari.
Kolonoskopi Evaluasi kondisi kesehatan usus besar dan bagian akhir usus halus.
Bedah Digestif Tindakan operasi untuk mengatasi keganasan pada sistem pencernaan.

Tabel di atas merangkum berbagai metode yang dapat ditempuh pasien untuk memastikan kesehatan saluran pencernaan mereka secara rutin. Penanganan medis akan disesuaikan secara personal tergantung pada stadium penyakit yang diderita pasien.

Dokter Spesialis Bedah, dr. Mudatsir, SpB Subsp. BD(K), menekankan bahwa strategi pengobatan harus bersifat individual. Ukuran tumor dan tingkat penyebarannya menjadi faktor penentu utama dalam memilih metode terapi.

Apabila kanker belum menyebar secara luas ke organ lain, tindakan operasi kuratif dapat menjadi solusi utama. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat sel kanker sepenuhnya guna meminimalisir kemungkinan penyakit muncul kembali di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi