Beijing Bantah Kabar Kapal China Dihantam Drone Rusia di Laut Hitam

Beijing Bantah Kabar Kapal China Dihantam Drone Rusia di Laut Hitam
Foto: Beijing Bantah Kabar Kapal China Dihantam Drone Rusia di Laut Hitam. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah China secara resmi membantah laporan mengenai adanya drone milik Rusia yang menyerang salah satu kapal kargo mereka. Klarifikasi ini disampaikan pada Selasa (19/5/2026), tepat sebelum pertemuan penting antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin di Beijing.

Sebelumnya, pihak Ukraina mengeklaim bahwa kapal kargo KSL Deyang milik China terkena hantaman drone Shahed Rusia di kawasan Laut Hitam. Angkatan Laut Ukraina bahkan sempat membagikan dokumentasi foto yang memperlihatkan bekas hitam akibat ledakan di bagian dek atas kapal.

Status Kapal dan Kondisi Awak

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, memberikan penjelasan mendalam terkait status hukum dan kondisi terkini kapal tersebut. Guo menegaskan bahwa meskipun membawa awak kapal berkebangsaan China, kapal tersebut memiliki pendaftaran resmi di Kepulauan Marshall.

Pihak Kedutaan Besar China di Ukraina juga telah menjalin komunikasi langsung dengan para kru kapal di lokasi kejadian. Hasil konfirmasi memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.

Berikut adalah ringkasan mengenai kondisi kapal KSL Deyang saat insiden terjadi:

  • Status Kru: Seluruh awak kapal berkebangsaan China dilaporkan selamat tanpa luka.
  • Muatan Kapal: Kapal dalam kondisi kosong tanpa muatan saat insiden berlangsung.
  • Tujuan Pelayaran: Sedang menuju Pelabuhan Pivdennyi, Ukraina, untuk memuat bijih besi.
  • Kondisi Teknis: Kapal masih sanggup beroperasi dan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan tujuan.

Informasi dari Dmytro Pletenchuk selaku juru bicara Angkatan Laut Ukraina juga senada dengan pernyataan Beijing. Ia membenarkan bahwa kapal terus melanjutkan perjalanannya ke wilayah Odesa meskipun sempat terjadi gangguan di laut.

Posisi Diplomatik China dalam Konflik

Menanggapi tensi yang terus meningkat, Guo Jiakun kembali menyuarakan pentingnya jalur diplomasi dalam menyelesaikan krisis antara Rusia dan Ukraina. Beijing secara konsisten menekankan bahwa dialog merupakan jalan satu-satunya untuk mengakhiri perseteruan yang tengah berlangsung.

Meskipun aktif mendorong perundingan damai, China hingga saat ini tetap tidak memberikan kecaman terbuka atas aksi militer Rusia. Beijing justru berperan sebagai mitra ekonomi strategis yang krusial bagi Moskwa di tengah berbagai sanksi internasional dari negara-negara Barat.

Selain mengklarifikasi insiden drone, Guo juga menepis kabar yang menyebutkan Presiden Xi Jinping pernah berbicara kepada Donald Trump mengenai penyesalan Rusia atas invasi tersebut. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut sepenuhnya palsu dan tidak didasarkan pada fakta yang sebenarnya terjadi.

Ringkasan informasi utama terkait klarifikasi Pemerintah China:

Kategori Informasi Penjelasan Resmi
Identitas Kapal KSL Deyang (Terdaftar di Kepulauan Marshall)
Lokasi Insiden Perairan Laut Hitam, menuju Odesa
Klaim Penyerang Drone Shahed milik militer Rusia (menurut Ukraina)
Respons Beijing Membantah tuduhan dan menekankan jalur negosiasi

Tabel di atas merangkum poin-poin krusial terkait insiden yang terjadi di tengah persiapan kunjungan kenegaraan Vladimir Putin. Pertemuan pemimpin kedua negara ini diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama bilateral di tengah tekanan geopolitik global.

Artikel terkait

Rekomendasi