Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan harapannya untuk dapat menunaikan ibadah haji pada tahun 2027 mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh sang Bendahara Negara setelah rencana keberangkatannya ke tanah suci pada tahun ini terpaksa dibatalkan.
Purbaya menanggapi kegagalan keberangkatannya tahun ini dengan sikap yang tetap positif dan santai. Meskipun ada rasa kecewa, ia memilih untuk mengambil hikmah dari situasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
Kepada awak media pada hari Rabu (27/5/2026), Purbaya mengakui adanya perasaan sedih karena impian berhaji tahun ini belum terwujud. Namun, ia menegaskan bahwa jika memang belum waktunya, ia tidak ingin terlalu memikirkannya secara berlebihan.
Ia optimistis bahwa kesempatan itu akan datang kembali di masa depan sesuai dengan ketentuan yang ada. "Ya sedih, tetapi memang bukan rejeki, santai saja lah. Mudah-mudahan tahun depan bisa," tuturnya saat ditemui di momen Iduladha tersebut.
Sebagai bentuk syukur dan pengganti dari pembatalan haji tersebut, Purbaya memutuskan untuk menyalurkan hewan kurban dalam jumlah yang lebih banyak. Ia berkelakar bahwa dana yang semula disiapkan untuk haji bisa dialihkan untuk membeli dua ekor sapi kurban berkualitas tinggi.
Purbaya diketahui berkurban dua ekor sapi jenis Simental cross atau persilangan yang memiliki bobot sangat besar. Sapi pertama dengan berat mencapai 868 kilogram ia serahkan secara resmi kepada pihak Kementerian Keuangan untuk dikelola.
Sementara itu, satu ekor sapi lainnya yang memiliki bobot luar biasa yakni 1 ton, diserahkan ke lingkungan tempat tinggal pribadinya. Hewan kurban tersebut disalurkan di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Detail Hewan Kurban Menteri Keuangan
Purbaya memastikan bahwa hewan kurban yang ia berikan tahun ini berasal dari dana pribadinya sendiri. Pemilihan jenis sapi Simental cross dilakukan untuk memastikan kualitas daging yang baik bagi para penerima kurban.
Berikut adalah rincian pembagian hewan kurban yang diserahkan oleh Purbaya Yudhi Sadewa:- Satu ekor sapi Simental cross dengan berat 868 kilogram diserahkan ke Kantor Kementerian Keuangan.
- Satu ekor sapi dengan berat mencapai 1 ton diserahkan ke lingkungan rumah pribadi di Ciganjur, Jakarta Selatan.
- Total terdapat dua ekor sapi kurban yang didistribusikan pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah ini.
Penyaluran ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi para pegawai di lingkungan kementerian maupun warga di sekitar kediaman pribadinya. Langkah ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial di tengah kesibukannya mengelola keuangan negara.
Respons Terkait Isu Ekonomi dan Internal
Selain membicarakan masalah pribadi terkait ibadah haji, Purbaya juga tetap memberikan perhatian pada isu-isu strategis yang tengah hangat. Ia sempat memberikan tanggapan singkat mengenai kabar perombakan di jajaran internal kementeriannya.
Isu mengenai pencopotan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang santer terdengar pekan ini menjadi salah satu hal yang ia respons. Meski demikian, fokus utamanya saat ini adalah memastikan stabilitas kinerja di bawah komandonya tetap terjaga dengan baik.
Kondisi ekonomi makro juga tidak luput dari perhatian sang Menteri Keuangan di sela-sela kegiatan Iduladha. Purbaya memberikan pernyataan mengenai fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS.
Sebagai otoritas fiskal, ia terus memantau pergerakan pasar untuk memastikan dampak penguatan dolar tidak mengganggu ketahanan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan strategis sedang disiapkan untuk merespons kondisi pasar global yang dinamis ini.
Di sisi lain, Purbaya juga memperluas pengawasan terhadap sektor perdagangan internasional, khususnya komoditas kelapa sawit. Pemeriksaan kini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga mulai merambah ke eksportir CPO skala kecil.
Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan mencegah adanya potensi kerugian negara dari praktik perdagangan yang tidak sesuai aturan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memperkuat penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.
Secara keseluruhan, momen Iduladha tahun ini dimanfaatkan Purbaya untuk melakukan refleksi diri sekaligus menjalankan tugas negara. Penundaan ibadah haji dianggapnya sebagai kesempatan untuk lebih fokus pada pengabdian dan berbagi kepada sesama melalui kurban.
Ia berharap rencana keberangkatan haji pada tahun 2027 dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Hingga saat itu tiba, Purbaya berkomitmen untuk terus menjalankan tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan dengan maksimal.