Bahaya Obesitas 2026: Tak Hanya Jantung, Risiko Kanker Juga Meningkat Tajam

Bahaya Obesitas 2026: Tak Hanya Jantung, Risiko Kanker Juga Meningkat Tajam
Foto: Bahaya Obesitas 2026: Tak Hanya Jantung, Risiko Kanker Juga Meningkat Tajam. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Masalah kelebihan berat badan atau obesitas selama ini lebih sering identik dengan ancaman penyakit jantung dan diabetes. Namun, fakta medis terbaru mengungkapkan bahwa kondisi ini juga menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kanker.

Spesialis penyakit dalam sub spesialis hematologi onkologi medik, dr. Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM, menyoroti kaitan erat ini dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit. Beliau memaparkan bahwa mayoritas dari 13 jenis kanker yang diteliti memiliki hubungan signifikan dengan indeks massa tubuh yang berlebih.

Fakta mengenai kaitan obesitas dan usia pasien kanker:

  • Lebih dari 90 persen pasien dengan kondisi obesitas ditemukan pada kasus kanker yang menyerang kelompok usia 50 tahun ke atas.
  • Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi memiliki korelasi langsung terhadap angka kematian akibat kanker di wilayah Asia.

Data tersebut menunjukkan bahwa menjaga berat badan ideal bukan sekadar urusan penampilan, melainkan proteksi dini terhadap keganasan sel kanker. Dr. Santi menegaskan bahwa tren ini semakin terlihat jelas pada populasi usia lanjut yang memiliki riwayat obesitas.

Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Pasien Obesitas

Berdasarkan penelitian di Asia, jenis kanker yang dipicu oleh berat badan berlebih ternyata menunjukkan perbedaan pola antara pria dan wanita. Hal ini berkaitan dengan pengaruh lemak tubuh terhadap organ-organ tertentu di dalam sistem metabolisme manusia.

Berikut adalah ringkasan jenis kanker yang paling sering muncul akibat faktor obesitas:

Kategori Pasien Jenis Kanker yang Paling Sering Muncul
Pria Kanker Usus, Kanker Liver (Hati), dan Leukemia
Wanita Kanker Usus, Kanker Payudara, dan Kanker Uterus (Rahim)

Daftar di atas memperlihatkan bahwa saluran pencernaan menjadi area yang paling rentan terdampak oleh penumpukan lemak berlebih. Pada wanita, ketidakseimbangan hormon akibat lemak juga memicu risiko tinggi pada organ reproduksi.

Penyebab Medis Obesitas Memicu Kanker

Secara patofisiologi, ada tiga faktor utama yang menyebabkan tubuh seseorang dengan obesitas menjadi lingkungan yang subur bagi pertumbuhan sel kanker. Faktor tersebut meliputi resistensi insulin, peradangan kronis, serta perubahan sistem metabolisme hormon dalam tubuh.

Dr. Santi menjelaskan bahwa peradangan atau inflamasi kronis pada pengidap obesitas menyebabkan penurunan fungsi imun yang drastis. Sel T dan sel B yang berfungsi sebagai pelindung tubuh mengalami depresi atau penurunan kinerja secara signifikan.

Akibat dari melemahnya sistem imun tersebut, efektivitas antitumor dalam tubuh menjadi tidak maksimal dalam menangkal pertumbuhan sel berbahaya. Kondisi inilah yang akhirnya mempermudah sel kanker berkembang tanpa hambatan berarti di dalam tubuh pasien obesitas.

Artikel terkait

Rekomendasi