Australia Borong 600.000 Barel Avtur dari China di Tengah Diplomasi Energi 2026

Australia Borong 600.000 Barel Avtur dari China di Tengah Diplomasi Energi 2026
Foto: Ilustrasi Australia Borong 600.000 Barel Avtur dari China di Tengah Diplomasi Energi 2026.
Ukuran teks

Pemerintah Australia telah mengambil langkah strategis dengan mengamankan pengiriman 600.000 barel avtur dari China guna memperkuat stok energi nasional. Langkah ini bertujuan untuk menggandakan cadangan bahan bakar pesawat di tengah ancaman krisis energi global yang kian menghimpit.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, secara resmi mengumumkan keberhasilan pengamanan pasokan tersebut pada Selasa (19/5/2026). Upaya ini diharapkan menjadi solusi bagi industri penerbangan domestik yang mulai terdampak lonjakan harga bahan bakar internasional.

Penyebab Krisis Energi di Kawasan Asia-Pasifik

Ketegangan di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz menjadi pemicu utama meroketnya harga bahan bakar di pasar dunia. Situasi ini menciptakan tekanan besar bagi negara-negara di wilayah Asia-Pasifik yang sangat bergantung pada stabilitas distribusi energi global.

Australia merasakan dampak yang cukup signifikan mengingat posisinya sebagai negara benua yang mengandalkan jalur udara. Sektor pariwisata dan pengiriman kargo ekspor sempat mengalami pukulan telak akibat melambungnya biaya operasional penerbangan.

Hasil Diplomasi Energi antara Canberra dan Beijing

Pasokan avtur dalam jumlah besar ini dijadwalkan akan mulai mendarat di Australia pada Juni mendatang. Kesepakatan tersebut merupakan buah dari dialog intensif mengenai ketahanan energi antara PM Albanese dan PM China, Li Qiang, bulan lalu.

Hubungan dagang antara kedua negara dalam sektor energi memang dikenal sangat erat dan saling menguntungkan. Berikut adalah rincian mengenai ketergantungan dagang kedua negara yang memperkuat kerja sama ini:

Poin penting hubungan dagang Australia dan China:

  • China berkontribusi memasok sepertiga dari total kebutuhan avtur Australia pada tahun lalu.
  • China merupakan pembeli terbesar untuk komoditas bijih besi, batu bara, serta gas alam cair (LNG) dari Australia.
  • Avtur dari China sangat krusial untuk mendukung operasional sektor sumber daya alam di Australia.
  • Hasil produksi dari sektor sumber daya tersebut nantinya akan diekspor kembali ke China untuk mendukung industri mereka.

Pejabat pemerintah Australia menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar pesawat ini sangat vital bagi stabilitas ekonomi. Tanpa pasokan yang memadai, operasional sektor pertambangan yang menjadi tulang punggung ekspor bisa terganggu.

Upaya Mempererat Hubungan Dagang

Sebagai langkah lanjutan, Menteri Perdagangan Australia, Don Farrell, dijadwalkan melakukan pertemuan resmi pekan ini. Beliau akan bertemu dengan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, di kota Suzhou untuk membahas penguatan kerja sama bilateral.

Pertemuan ini dipandang sangat strategis untuk memastikan kelancaran arus barang dan energi antara kedua negara. Di tengah ketidakpastian kondisi global, sinergi ini menjadi kunci bagi Australia untuk menjaga stabilitas ekonomi domestiknya.

Artikel terkait

Rekomendasi