Aturan Baru, Pemerintah Negara Ini Batasi Waktu Layar Anak Maksimal 1 Jam Sehari

Aturan Baru, Pemerintah Negara Ini Batasi Waktu Layar Anak Maksimal 1 Jam Sehari
Foto: Ilustrasi Aturan Baru, Pemerintah Negara Ini Batasi Waktu Layar Anak Maksimal 1 Jam Sehari.
Ukuran teks

Pemerintah Inggris secara resmi merilis panduan terbaru yang mengatur batasan waktu menatap layar atau screen time bagi anak usia dini. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk melindungi tumbuh kembang anak dari pengaruh teknologi sejak usia balita.

Dalam aturan tersebut, anak yang berusia di bawah lima tahun sangat disarankan untuk tidak menggunakan ponsel lebih dari satu jam dalam sehari. Selain itu, anak di bawah usia dua tahun dilarang keras menonton layar tanpa pengawasan atau pendampingan orang tua.

Menteri Pendidikan Inggris, Bridget Phillipson, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian karena dampak jangka panjang teknologi pada anak masih terus diteliti. Ia menyebutkan bahwa pemerintah memilih pendekatan pencegahan guna meminimalisir risiko yang belum diketahui secara pasti.

Urgensi Pembatasan Ponsel Sejak Dini

Panduan ini disusun bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan tinjauan mendalam terhadap berbagai bukti ilmiah terbaru mengenai kesehatan anak. Para ahli mulai menyoroti bagaimana pola interaksi digital dapat memengaruhi kualitas hidup generasi mendatang secara permanen.

Beberapa dampak negatif yang menjadi fokus utama dalam panduan ini antara lain:

  • Gangguan pada pola tidur anak yang mengakibatkan waktu istirahat menjadi tidak berkualitas.
  • Kurangnya aktivitas fisik yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan motorik kasar dan halus.
  • Risiko stimulasi berlebih pada otak anak akibat paparan konten digital yang terlalu cepat dan intens.
  • Potensi hambatan dalam kemampuan berbicara dan bersosialisasi jika terlalu sering bermain HP sendirian.

Data pemerintah menunjukkan fakta yang cukup mencengangkan, di mana hampir 98 persen anak sudah terpapar layar setiap hari sejak menginjak usia dua tahun. Prof Russell Viner dan Dame Rachel de Souza selaku peninjau kebijakan ini memperingatkan bahwa masa keemasan anak adalah waktu di mana mereka sangat mudah meniru perilaku orang dewasa.

Tantangan dan Dilema Bagi Orang Tua

Meski tujuannya baik, menerapkan batasan layar ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi banyak keluarga di lapangan. Banyak orang tua merasa terjebak dalam dilema antara menjaga kesehatan anak dan tuntutan pekerjaan rumah tangga yang menumpuk.

Keluarga Montastier dari Manchester, misalnya, mengakui bahwa memberikan ponsel sering kali menjadi solusi instan untuk menenangkan anak saat mereka sedang sibuk. Kesibukan seperti memasak atau menyiapkan keperluan sekolah terkadang membuat durasi screen time sulit untuk dikendalikan sepenuhnya.

Berikut adalah ringkasan panduan waktu layar yang disarankan berdasarkan kelompok usia:

Kategori Usia Anjuran Durasi Layar Ketentuan Pendampingan
Di bawah 2 Tahun Sangat dibatasi/Dihindari Wajib didampingi penuh oleh orang tua
Usia 2 - 5 Tahun Maksimal 1 jam per hari Sangat disarankan ada interaksi orang tua
Masa Keemasan Fokus pada aktivitas fisik Orang tua harus memberikan contoh nyata

Tabel di atas merujuk pada upaya pemerintah dalam mengurangi beban stimulasi berlebih yang diterima otak anak melalui perangkat digital. Para ahli menekankan bahwa kehadiran fisik orang tua jauh lebih berharga daripada konten hiburan apa pun yang tersedia di dalam layar.

Pentingnya Contoh dari Orang Dewasa

Seorang ibu bernama Alexis berbagi pengalamannya tentang betapa sulitnya mengganti waktu layar dengan aktivitas lain seperti membaca buku secara konsisten. Ia merasa bahwa di tengah kesibukan pagi yang padat, duduk tenang membaca buku terkadang terasa kurang realistis untuk dilakukan setiap saat.

Namun, ia tetap berusaha melakukan yang terbaik karena menyadari bahwa upaya sekecil apa pun jauh lebih baik daripada membiarkan anak terpapar layar tanpa kendali. Kesadaran ini juga didukung oleh Marciel, seorang ayah yang menyoroti pentingnya perubahan perilaku dari sisi orang tua itu sendiri.

Marciel berpendapat bahwa anak akan sulit mengikuti aturan jika melihat orang tua mereka sendiri terus-menerus terpaku pada ponsel. Oleh karena itu, membangun hubungan yang sehat tanpa ketergantungan teknologi harus dimulai dengan mengubah kebiasaan orang dewasa di lingkungan rumah terlebih dahulu.

Artikel terkait

Rekomendasi