Amerika Serikat secara mengejutkan mengirimkan armada jet tempur siluman F-22 Raptor dan puluhan pesawat pengisian bahan bakar ke wilayah Israel. Langkah militer ini tetap dilakukan meski saat ini kesepakatan gencatan senjata dengan Iran di Timur Tengah masih berlangsung.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa kehadiran aset udara canggih milik Washington tersebut merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah pesawat tempur dan pendukungnya kini tersebar di berbagai fasilitas militer serta bandara sipil di seluruh penjuru Israel.
Penempatan Aset Militer AS hingga Akhir Tahun
Pihak keamanan Israel mengungkapkan bahwa Washington memiliki rencana untuk mempertahankan keberadaan jet-jet tempur ini dalam jangka waktu yang cukup lama. Mereka berniat menyiagakan aset tempur tersebut setidaknya hingga akhir tahun 2026 mendatang.
Keputusan ini menambah panjang daftar pasukan militer Amerika Serikat yang memang sudah lama ditempatkan secara permanen di kawasan Timur Tengah. Namun, skala pengerahan jet siluman kali ini dinilai sangat masif dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Berdasarkan analisis citra satelit selama beberapa bulan terakhir, aktivitas militer AS di wilayah kedaulatan Israel menunjukkan intensitas yang luar biasa. Pemantauan ini dilakukan sejak serangan Israel ke Iran pada akhir Februari hingga satu minggu terakhir.
Padahal, setelah sempat terlibat ketegangan selama 40 hari, pihak Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah menyepakati gencatan senjata. Kesepakatan damai tersebut sudah mulai diberlakukan secara resmi sejak tanggal 8 April lalu.
Berikut adalah rincian lokasi penempatan pesawat tempur dan pesawat pendukung milik Amerika Serikat di Israel:
- Pangkalan Udara Ovda: Menjadi lokasi utama bagi pengerahan jet tempur siluman F-22 Raptor di wilayah Israel selatan.
- Bandara Ben Gurion: Digunakan sebagai salah satu titik penempatan puluhan pesawat pengisian bahan bakar udara milik militer Amerika.
- Bandara Ramon: Fasilitas penerbangan lainnya yang juga disiagakan untuk menampung armada pesawat pengisian bahan bakar cadangan.
Pesawat-pesawat canggih ini sengaja disebar di berbagai lokasi strategis agar tidak terpusat di satu titik keamanan saja. Laporan intelijen menyebutkan bahwa kecil kemungkinan armada udara ini akan ditarik mundur dalam waktu dekat oleh Gedung Putih.
Pengerahan F-22 Raptor sebagai pesawat tempur superioritas udara menunjukkan bahwa AS tetap bersiaga penuh terhadap segala kemungkinan di kawasan tersebut. Kehadiran pesawat pengisian bahan bakar dalam jumlah banyak juga mengindikasikan persiapan untuk misi jarak jauh yang membutuhkan daya jelajah tinggi.
Ringkasan pengerahan aset militer Amerika Serikat di wilayah Israel:
| Jenis Aset Militer | Lokasi Penempatan | Tujuan Strategis |
|---|---|---|
| Jet Tempur Siluman F-22 Raptor | Pangkalan Udara Ovda | Superioritas udara dan pencegahan ancaman udara. |
| Pesawat Pengisian Bahan Bakar | Bandara Ben Gurion & Ramon | Mendukung operasional pesawat tempur jarak jauh. |
| Pasukan Militer AS | Berbagai Pangkalan Regional | Stabilitas keamanan wilayah Timur Tengah. |
Data tersebut menunjukkan keseriusan Amerika Serikat dalam menjaga pengaruh militernya di Israel meski jalur diplomasi dengan Iran sedang ditempuh. Penempatan di fasilitas sipil seperti Ben Gurion juga menandakan adanya koordinasi tingkat tinggi antara otoritas penerbangan dan militer kedua negara.