AS-Israel Siapkan Ahmadinejad Gantikan Ali Khamenei, Skenario 2026 Mengejutkan!

AS-Israel Siapkan Ahmadinejad Gantikan Ali Khamenei, Skenario 2026 Mengejutkan!
Foto: AS-Israel Siapkan Ahmadinejad Gantikan Ali Khamenei, Skenario 2026 Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pada pekan yang sama setelah serangan udara gabungan Israel-Amerika Serikat yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Donald Trump mengungkapkan harapannya agar ada tokoh dari Iran yang mengambil alih kekuasaan. Ternyata, AS dan Israel sudah memilih satu nama untuk memimpin rezim baru, yaitu mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Informasi ini dilansir dari New York Times pada Selasa (19/5/2026).

Menurut sumber, rencana yang disusun oleh intelijen Israel tersebut pada awalnya melibatkan kontak langsung dengan Ahmadinejad. Namun, skenario itu tidak berjalan lancar saat hari pertama perang karena operasi militer tidak sesuai perkiraan. Kediaman Ahmadinejad di kawasan Narmak, Teheran Timur, malah terkena serangan udara Israel saat serangan itu dimaksudkan untuk membebaskannya dari status tahanan rumah dengan menghancurkan pos penjagaan. Walau Ahmadinejad selamat, ia mengalami luka dan sejak itu mulai kecewa dengan rencana tersebut serta tidak muncul lagi di depan umum.

Tanda tanya pemilihan Ahmadinejad:

Penunjukan Ahmadinejad menjadi topik kontroversial dan terkesan bertentangan. Selama masa jabatannya dari 2005 hingga 2013 sebagai presiden, ia dikenal berkat retorikanya yang keras. Beberapa di antaranya adalah seruan untuk menghapuskan Israel dari peta, penguatan program nuklir Iran, dan tindakan keras terhadap oposisi di dalam negeri. Sikap fundamentalnya ini kerap dijadikan bahan parodi di media Barat.

Proses perekrutan Ahmadinejad oleh intelijen Barat sendiri masih menjadi tanda tanya. Beberapa penasihat dekat Trump pun awalnya menyebut ide mengembalikan Ahmadinejad ke jabatan pemerintah tidak realistis dan tidak tepat secara politis.

Pihak Gedung Putih tidak memberikan komentar spesifik terhadap operasi pembebasan Ahmadinejad, namun menegaskan bahwa tujuan utama dari militer di bawah pimpinan Trump telah terpenuhi. Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan, “Sejak awal, Presiden Trump telah meluruskan niat untuk Operasi Epic Fury, yakni menghancurkan rudal balistik Iran, membongkar fasilitas produksinya, menenggelamkan angkatan lautnya, dan melemahkan kelompok proksi mereka. Militer AS telah memenuhi atau bahkan melebihi seluruh target tersebut, dan saat ini, negosiator kami sedang bekerja untuk menciptakan perjanjian yang akan mengakhiri kemampuan nuklir Iran untuk selamanya.”

Artikel terkait

Rekomendasi