ArtMoments 2026 telah dibuka pada Kamis, 4 Juni 2026, dan berlanjut hingga 7 Juni 2026 di Agora Ballroom, Jakarta. Acara ini menghadirkan 70 galeri dari lima negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Korea Selatan, dengan fokus pada seni Nusantara.
Sendy Widjaja, Co-Founder dan Fair Director ArtMoments, menyatakan:
"Kehadiran mereka memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat seni di Asia Tenggara dan menegaskan perannya sebagai jembatan kreativitas regional," ungkapnya dalam pembukaan.
Tema tahun ini, Offering, mengajak publik untuk melihat seni sebagai bentuk perhatian di tengah kebisingan, ruang dialog di tengah perbedaan, dan makna yang mempertemukan manusia lintas budaya. "Seni menjadi jembatan pengalaman, nilai, gagasan, dan harapan," tambahnya.
Acara ini juga memberikan penghormatan khusus kepada maestro Nusantara seperti S. Sudjojono, Mochtar Apin, dan Jeihan Sukmantoro melalui pameran Intimacy of Offering. Selain itu, lelang seni akan digelar untuk mendukung Yayasan Mitra Museum Jakarta.
"Maestro seni ini adalah bagian dari sejarah yang membentuk identitas budaya kita, menjaga warisan mereka adalah menjaga memori bersama dan inspirasi bagi generasi mendatang," kata Sendy.
ArtMoments 2026 juga menghadirkan seni pertunjukan dan workshop. Sembilan program seni pertunjukan termasuk Ancestral History: Mantra Songgo Langit oleh Andita Purnama Sari dan Paper Prayers oleh Regina Audrey akan digelar. "Melalui pertunjukan ini, persembahan muncul dalam bentuk tubuh, gerakan, dan aksi ritual," ujar Jeong Ok Jeon, Art Director.
Bagi yang berminat, workshop juga mengajak pengunjung menggali seni lukis cat air bersama Ji Min Hong asal Korea Selatan. Setiap sesi workshop menampung maksimum 20 peserta pada 6-7 Juni 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berkomentar:
"Tema Offering sangat relevan di situasi saat ini, mengingatkan kita pada makna yang lahir dari unsur sederhana," ujarnya.
Seni, lanjut Riefky, adalah bagian penting ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, tidak hanya bernilai budaya, tapi juga memiliki nilai ekonomi dan alat diplomasi di kancah global.
Penutupan acara diwarnai dengan pertunjukan Sajja oleh Henri Affandi, yang mengartikulasikan seni sebagai persembahan kepada Ibu Pertiwi, menghadirkan momen reflektif yang sesuai dengan tema pameran tahun ini.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati koleksi unik dari International Watercolor Society dan karya fotografer Ted Van der Hulst. Instalasi yang terinspirasi karya Gustav Klimt serta pratinjau kolaborasi dengan Jakarta Fashion Week turut menghadirkan dimensi baru dalam pameran.
ArtMoments juga menggelar ARTFace untuk kolektor pemula. Melalui diskusi, art talk, dan percakapan inspiratif, acara ini membuka jalan bagi generasi muda untuk mengenal dan memulai perjalanan koleksi seni mereka.
Kesuksesan acara ini didukung sponsor termasuk mobil BYD Denza D9, yang menampilkan karya seni oleh Arif Witjaksana.