Apple dan Intel Resmi Kerja Sama Lagi, Sepakati Produksi Chip Generasi Terbaru

Apple dan Intel Resmi Kerja Sama Lagi, Sepakati Produksi Chip Generasi Terbaru
Foto: Ilustrasi Apple dan Intel Resmi Kerja Sama Lagi, Sepakati Produksi Chip Generasi Terbaru.
Ukuran teks

Langkah tak terduga diambil oleh Apple yang kabarnya akan kembali menjalin kemitraan strategis dengan Intel. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Apple telah lama beralih dari prosesor Intel ke Apple Silicon ciptaan mereka sendiri.

Hubungan lama antara kedua raksasa teknologi ini nampaknya akan bersemi kembali dalam bentuk yang berbeda. Kali ini, Apple berencana memanfaatkan kapasitas produksi Intel untuk menjaga ketersediaan stok produk mereka di pasar global.

Alasan Apple Melirik Kembali Kapasitas Produksi Intel

Kabar mengenai kerja sama ini pertama kali mencuat melalui laporan dari Wall Street Journal baru-baru ini. Penyebab utamanya adalah kapasitas produksi TSMC, mitra utama Apple selama ini, yang dilaporkan mulai mencapai batas maksimal.

Demi menghindari kelangkaan produk, Apple perlu mencari alternatif manufaktur chip yang mumpuni. Namun, perlu dicatat bahwa Apple hanya akan menggunakan fasilitas pabrik milik Intel, bukan kembali menggunakan arsitektur x86 yang lama.

Kemitraan ini diprediksi akan membawa dampak besar bagi lini produk masa depan Apple. Berikut adalah beberapa poin utama mengenai potensi kerja sama antara Apple dan Intel:

Rangkuman rencana kerja sama Apple dan Intel ke depan:

  • Fokus pada Fabrikasi: Intel bertindak murni sebagai produsen chip berdasarkan desain orisinal dari Apple Silicon.
  • Teknologi Intel 18A-P: Apple dikabarkan tertarik menggunakan teknologi fabrikasi tercanggih Intel yang mendukung struktur 3D stacking secara vertikal.
  • Target Produk 2028: Chip hasil produksi Intel ini diprediksi baru akan hadir untuk lini iPhone non-Pro serta beberapa model Mac M-series di tahun 2028.
  • Bukan Kembali ke x86: Apple tetap setia dengan arsitektur ARM dan tidak akan lagi menggunakan desain prosesor standar dari Intel.

Informasi di atas menunjukkan bahwa strategi Apple saat ini lebih mengarah pada pengamanan rantai pasok. Dengan menggandeng Intel, Apple memiliki jaminan bahwa produksi chip mereka tetap berjalan lancar meski permintaan pasar sangat tinggi.

Transformasi Hubungan Apple dan Intel

Meski Apple sempat memutuskan hubungan sepenuhnya dengan Intel pada lini Mac Pro tahun 2023, kebutuhan industri memaksa mereka untuk kembali bertemu. Kali ini, Intel harus puas berperan sebagai "pabrik" bagi desain chip rival lamanya tersebut.

Langkah ini dianggap sangat logis bagi Apple guna menjaga stabilitas bisnis hardware mereka. Intel sendiri telah melakukan investasi besar pada teknologi pabriknya agar bisa bersaing dengan manufaktur chip global lainnya.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai sejarah transisi chip Apple, tabel berikut merangkum evolusi kemitraan mereka. Tabel ini menunjukkan bagaimana peran Intel berubah dari penyedia arsitektur menjadi calon produsen manufaktur di masa depan.

Perbandingan fase penggunaan chip pada perangkat Apple:

Periode Waktu Peran Intel Arsitektur Chip Keterangan Utama
2006 - 2020 Pemasok Utama x86 (Intel Core) Seluruh lini Mac menggunakan prosesor buatan Intel secara penuh.
2020 - 2023 Transisi Keluar Apple Silicon (M-series) Apple mulai mengganti Intel dengan chip buatan sendiri berbasis ARM.
2028 (Prediksi) Mitra Manufaktur Apple Silicon (Fabrikasi Intel) Intel memproduksi chip Apple Silicon menggunakan teknologi pabrik mereka.

Data tersebut memperlihatkan bahwa meski arsitektur berubah, kapasitas produksi Intel masih dianggap vital oleh Apple. Kerja sama ini menjadi babak baru yang menarik untuk disimak dalam persaingan industri semikonduktor dunia.

Hingga saat ini, belum ada rincian pasti mengenai model chip spesifik yang akan diproduksi oleh Intel. Namun, sinyal kembalinya dua sahabat lama ini menunjukkan betapa dinamisnya dinamika dunia teknologi saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi