Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) berkomitmen memperketat sistem pengawasan pada pelaksanaan UM-PTKIN 2026. Langkah ini diambil secara khusus untuk mengantisipasi berbagai jenis kecurangan, termasuk praktik perjokian yang kerap mengancam integritas ujian.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, menjelaskan bahwa pengamanan tahun ini akan menggunakan skema berlapis. Upaya tersebut melibatkan integrasi teknologi digital mutakhir serta pengawasan fisik secara ketat oleh petugas di setiap lokasi ujian.
Jadwal Penting UM-PTKIN 2026
Bagi calon mahasiswa yang berminat, proses pendaftaran masih dibuka untuk umum dalam durasi waktu terbatas. Pelaksanaan ujian nantinya akan disebar ke berbagai kampus PTKIN di seluruh wilayah Indonesia.
Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaan seleksi UM-PTKIN 2026:
- Batas akhir pendaftaran peserta: 30 Mei 2026.
- Periode pelaksanaan ujian di lokasi: 8 hingga 14 Juni 2026.
- Lokasi ujian: Berbagai titik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di seluruh Indonesia.
Pendaftaran yang dilakukan jauh hari sebelum batas waktu berakhir sangat disarankan guna menghindari kendala teknis pada sistem. Saat ini, jumlah pendaftar tercatat telah mencapai lebih dari 60 ribu peserta dan diperkirakan terus bertambah.
Sistem Pengawasan dan Deteksi Dini
Prof. Dr. Abd. Aziz menegaskan bahwa penggunaan alat digital akan menjadi garda terdepan dalam memantau gerak-gerik peserta. Selain itu, pengawas Sistem Seleksi Elektronik (SSE) akan ditempatkan langsung di titik ujian untuk memastikan prosedur berjalan lancar.
Pihak panitia juga mengklaim telah memiliki sistem verifikasi yang sangat akurat untuk menyaring data peserta. Melalui metode ini, indikasi penggunaan jasa joki dapat dideteksi sejak tahap awal sebelum ujian dimulai.
Ringkasan strategi pengamanan yang diterapkan panitia:
| Komponen Keamanan | Fungsi Utama |
|---|---|
| Teknologi Digital | Memantau aktivitas peserta secara sistematis. |
| Pengawas SSE | Melakukan pengawasan langsung di ruang ujian. |
| Verifikasi Data | Mendeteksi identitas palsu atau penggunaan joki. |
Kombinasi antara teknologi dan pengawasan manusia ini diharapkan mampu menciptakan iklim seleksi yang adil dan transparan. Panitia mengimbau agar seluruh peserta fokus mempersiapkan diri dengan jujur agar tidak merugikan masa depan akademik mereka.