Anggota DPR Soroti Pesona Wisata Vietnam yang Kini Ungguli Indonesia

Anggota DPR Soroti Pesona Wisata Vietnam yang Kini Ungguli Indonesia
Foto: Anggota DPR Soroti Pesona Wisata Vietnam yang Kini Ungguli Indonesia. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini, mengarahkan perhatian pada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, untuk menilai secara realistis daya saing Indonesia dalam industri pariwisata di Asia Tenggara.

Dalam rapat kerja dengan Menteri Pariwisata di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Novita mengungkapkan keprihatinannya terhadap posisi pariwisata Vietnam yang dikabarkan telah mengungguli Indonesia.

Novita menegaskan bahwa walau terdapat pencapaian dalam devisa organik dan kunjungan wisatawan internasional sepanjang 2025, penilaian yang objektif tentang posisi Indonesia di kawasan tidak boleh diabaikan. Menurutnya, rumor tersebut menciptakan urgensi untuk memastikan capaian pariwisata Indonesia sebanding dengan perkembangan negara tetangga seperti Vietnam.

Kendala Fundamental Pariwisata yang Perlu Ditangani

Novita menekankan perlunya data pembanding dalam rapat mendatang untuk menganalisis perkembangan pariwisata Indonesia dengan negara di sekitar. Dia mengidentifikasi tiga kendala utama yang perlu diatasi.

Pertama, akselerasi konektivitas udara. Dia menyoroti pentingnya penerbangan langsung yang cukup untuk menjamin efektivitas promosi pariwisata. Contohnya, rute strategis dari Bangkok langsung ke kota-kota seperti Manado atau Kediri sangat diperlukan.

Novita menyoroti bahwa tanpa konektivitas yang terpadu, masalah over tourism akan terus terjadi di lokasi yang terbatas. Dia juga mengangkat isu reformasi regulasi tentang alih fungsi lahan yang menghambat potensi investasi pariwisata di daerah seperti Klaten, Jawa Tengah.

Menurutnya, keterlibatan Kementerian Pariwisata penting dalam mengatasi hambatan birokrasi agar investasi dapat mengalir dengan lancar ke daerah.

Pendekatan Kreatif dalam Pendapatan Daerah

Selain itu, Novita mengusulkan peningkatan kewenangan fiskal daerah guna memperkuat pendapatan asli. Dia menekankan pentingnya inovasi dalam pengumpulan pendapatan daerah melalui penyesuaian kebijakan fiskal, mencotoh Dubai yang berhasil beralih dari ketergantungan pada minyak ke sektor pariwisata.

Harapannya adalah agar Indonesia dapat belajar dari negara lain yang sukses dalam memanfaatkan sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi utama.

```

Artikel terkait

Rekomendasi