Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas menyusul pernyataan tegas dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan militer negaranya untuk menghadapi konfrontasi bersenjata di masa depan.
Araghchi melontarkan ancaman bahwa Iran akan menghancurkan lebih banyak pesawat tempur Amerika Serikat jika perang kembali meletus. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang mengisyaratkan serangan baru terhadap wilayah Iran.
Klaim Keunggulan Militer Iran dalam Menjatuhkan Pesawat Canggih
Dalam pernyataannya, Araghchi mengeklaim bahwa angkatan bersenjata Iran memiliki catatan sejarah yang kuat dalam menjatuhkan alutsista canggih milik AS. Ia menyebut Iran sebagai pihak pertama yang berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 yang selama ini dibanggakan Amerika.
Diplomat senior tersebut menambahkan bahwa pengalaman tempur yang telah dilalui memberikan pengetahuan berharga bagi militer mereka. Iran menjanjikan kejutan yang jauh lebih besar bagi militer AS jika eskalasi militer kembali terjadi.
Data Kerugian Amerika Serikat Menurut Laporan Internal
Klaim Iran diperkuat dengan merujuk pada laporan terbaru dari Congressional Research Service (CRS) di Amerika Serikat. Laporan dari lembaga riset nonpartisan tersebut mengungkap kerugian besar yang dialami pihak Washington selama konflik berlangsung.
Berikut adalah rincian data kerugian alutsista Amerika Serikat berdasarkan laporan dari Kongres AS:
- Sebanyak 42 unit pesawat sayap tetap maupun sayap putar dilaporkan mengalami kerusakan atau hilang total.
- Daftar kerugian tersebut mencakup berbagai jenis pesawat berawak hingga pesawat nirawak atau drone.
- Estimasi kerugian materiil akibat hancurnya puluhan unit pesawat tersebut mencapai angka miliaran dolar AS atau setara dengan Rp46 triliun.
- Data ini mencatat insiden yang terjadi sejak Amerika Serikat meluncurkan operasi militer gabungan bersama Israel pada akhir Februari lalu.
Laporan internal tersebut menjadi bukti nyata bagi otoritas di Teheran mengenai dampak kerusakan yang bisa mereka timbulkan. Hal ini sekaligus menjadi basis argumen bagi Iran untuk menunjukkan bahwa kekuatan udara AS tidak sepenuhnya kebal terhadap serangan mereka.
Keteguhan Sikap dan Kesiapan Nasional Iran
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional juga turut memberikan komentar senada mengenai situasi ini. Ia menolak keras segala bentuk anggapan bahwa Republik Islam Iran akan menyerah di bawah tekanan militer asing.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh elemen negara kini berada dalam posisi bersatu untuk menghadapi segala bentuk agresi. Kesiapan militer mereka diklaim telah mencapai level optimal untuk mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman luar.