Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan apresiasi kepada para kapten serta pemilik kapal di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman. Penghargaan tersebut diberikan atas kepatuhan mereka terhadap regulasi transit terbaru yang diterapkan Iran di wilayah Selat Hormuz.
Pernyataan resmi IRGC pada tanggal tertentu menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz kini lebih terjamin setelah ancaman dari pihak agresor berhasil dinetralkan. Dengan berlakunya protokol baru ini, stabilitas arus lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut diharapkan dapat terus terjaga dengan baik.
Pedoman Transit dan Kebijakan Keamanan IRGC
IRGC baru-baru ini telah menetapkan panduan khusus guna memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal kategori "tidak bersalah" yang melintasi selat tersebut. Namun, otoritas Iran memberikan peringatan keras bahwa mereka akan memblokir setiap kapal yang terdeteksi membawa senjata atau amunisi untuk keperluan militer Amerika Serikat di kawasan itu.
Terkait negosiasi internasional, pengamat politik Foad Izadi menilai Iran kemungkinan besar akan menolak tawaran Amerika Serikat yang menjanjikan pencabutan sanksi serta pelepasan dana beku. Tawaran tersebut diajukan sebagai kompensasi jika Iran membatalkan rencana pengenaan biaya terhadap kapal-kapal yang menggunakan jalur Selat Hormuz.
Menurut profesor dari Universitas Teheran tersebut, terdapat konsensus kuat di internal Iran bahwa Amerika Serikat sulit dipercaya dalam kesepakatan mengenai urusan keuangan. Iran diprediksi akan lebih memilih mempertahankan kebijakan yang sudah ada saat ini daripada bergantung pada janji transfer dana di masa depan yang belum pasti.
Di sisi lain, purnawirawan Jenderal Angkatan Darat Inggris, Simon Mayall, memperingatkan bahwa penyelesaian ketegangan militer di Selat Hormuz menuntut koordinasi yang sangat rumit. Pencapaian solusi yang aman bergantung pada tingkat kepercayaan antara kedua negara yang selama ini dikenal sebagai rival sengit di panggung geopolitik dunia.