Aktivis Australia Korban Pelecehan Pasukan Israel di Misi GSF 2026, Mengejutkan!

Aktivis Australia Korban Pelecehan Pasukan Israel di Misi GSF 2026, Mengejutkan!
Foto: Aktivis Australia Korban Pelecehan Pasukan Israel di Misi GSF 2026, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Seorang aktivis perempuan asal Australia, Juliet Lamont, membagikan pengalaman pahitnya saat menjadi korban kekerasan pasukan Israel. Ia mengaku mengalami pelecehan seksual dan penganiayaan saat diculik dari kapalnya dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).

Lamont, yang berprofesi sebagai pembuat film, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di atas sebuah armada yang ia sebut sebagai "kapal penjara". Di sana, ia diserang secara fisik dan dilecehkan secara seksual oleh lima orang pria saat berada dalam tahanan.

Kesaksian Memilukan Juliet Lamont

Pernyataan ini disampaikan Lamont sesaat setelah dirinya mendarat di Bandara Istanbul pekan lalu. Saat itu, ia tampak masih mengenakan pakaian olahraga abu-abu yang diberikan oleh pihak otoritas penjara Israel.

Juliet Lamont merupakan bagian dari sekitar 428 aktivis lintas negara yang bergabung dalam misi GSF. Program kemanusiaan ini melibatkan peserta dari 40 negara yang bertekad menembus blokade laut di Jalur Gaza.

Misi kemanusiaan tersebut membawa sejumlah tujuan utama bagi warga Gaza:

  • Menantang blokade laut yang diterapkan secara ketat oleh militer Israel.
  • Menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan penduduk sipil.
  • Menarik perhatian dunia internasional terhadap krisis yang terjadi di wilayah tersebut.
  • Mendorong diakhirinya pengepungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Daftar di atas menunjukkan fokus utama para relawan dalam misi yang berakhir dengan penangkapan paksa tersebut.

Dugaan Kekerasan Sistematis di Kapal Penjara

Pasukan militer Israel mencegat armada kemanusiaan tersebut di wilayah perairan internasional pada pertengahan Mei. Setelah melakukan pencegatan, mereka menahan ratusan peserta misi sebelum akhirnya diputuskan untuk dideportasi.

Dihadapan para jurnalis, Lamont mengungkapkan bahwa kekerasan yang terjadi di atas kapal bersifat sistematis dan meluas. Ia melaporkan bahwa ada sekitar 180 tahanan di dalam satu kapal yang mendapatkan perlakuan serupa.

Berikut adalah beberapa bentuk tindak kekerasan yang dialami oleh para relawan:

Bentuk Kekerasan Detail Informasi
Cedera Fisik Puluhan aktivis dilaporkan mengalami patah tulang akibat penganiayaan.
Serangan Listrik Penggunaan alat penyengat listrik terhadap para tahanan.
Zat Berbahaya Pemberian suntikan atau obat dengan zat yang tidak diketahui secara paksa.
Pelecehan Seksual Serangan seksual terhadap aktivis perempuan selama masa penahanan.

Tabel ini merangkum berbagai pelanggaran kemanusiaan yang diklaim terjadi selama proses penahanan aktivis oleh militer.

Kisah Lamont kini menjadi sorotan dunia sebagai bagian dari laporan dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan Israel. Keberaniannya berbicara mengungkap sisi gelap penanganan terhadap misi bantuan internasional di wilayah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi