Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengonfirmasi bahwa feronikel (FeNi) secara resmi masuk dalam daftar produk paduan besi yang wajib diekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Keputusan ini mempertegas langkah pemerintah dalam mengonsolidasikan komoditas olahan nikel ke dalam sistem satu pintu yang dikelola oleh badan usaha milik negara tersebut.
Airlangga menyampaikan informasi tersebut kepada para jurnalis saat ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan pada Jumat, 22 Mei 2026 yang lalu.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini akan menyasar berbagai jenis ferro alloy, termasuk feronikel yang menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan sektor pertambangan Indonesia.
Tahapan Implementasi dan Evaluasi Kebijakan
Pemerintah telah menyusun jadwal pelaksanaan sistem ekspor satu pintu ini agar para pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian secara perlahan dan teratur.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini akan mulai diberlakukan secara bertahap pada 1 Juni 2026 sebagai langkah awal transisi sistem.
Setelah masa transisi tersebut dimulai, para eksportir diwajibkan untuk menyalurkan seluruh kegiatan ekspor mereka melalui PT DSI terhitung mulai 1 September 2026.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan aturan ini berjalan efektif dengan melakukan peninjauan secara berkala di setiap tahapannya.
Airlangga menyatakan bahwa evaluasi mendalam akan dilakukan setiap tiga bulan sekali guna memantau perkembangan dan kendala di lapangan.
Ia juga menepis anggapan adanya penundaan dalam pelaksanaan kebijakan ini, seraya menekankan bahwa seluruh proses sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Rincian jadwal penerapan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia :
- 1 Juni 2026: Tahap awal pemberlakuan sistem satu pintu secara resmi dimulai.
- 3 Bulan Pertama: Periode evaluasi tahap satu untuk memantau implementasi awal di sektor paduan besi.
- 1 September 2026: Kewajiban penuh bagi eksportir untuk menyalurkan produk melalui PT Danantara.
- 3 Bulan Kedua: Evaluasi tahap kedua untuk memastikan kesiapan sistem sebelum memasuki tahun berikutnya.
- 1 Januari: Target integrasi penuh untuk seluruh lini komoditas yang telah ditetapkan dalam aturan tersebut.
Melalui tahapan-tahapan yang terukur ini, pemerintah berharap proses transformasi tata kelola ekspor mineral hasil hilirisasi dapat berjalan lebih transparan dan efisien bagi negara.
Ekspansi ke Komoditas Mineral Lain
Sistem ekspor satu pintu ini tidak hanya berhenti pada produk nikel, tetapi juga direncanakan akan mencakup berbagai jenis mineral strategis lainnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya juga sempat menyebutkan bahwa kebijakan serupa akan segera menyusul untuk komoditas batu bara.
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan devisa negara hingga mencapai angka US$150 miliar melalui tata kelola BUMN.
Informasi kunci mengenai transisi ekspor melalui badan usaha tunggal :
| Aspek Kebijakan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Lembaga Pelaksana | PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) |
| Komoditas Utama | Feronikel dan 14 jenis paduan besi lainnya |
| Status Kelembagaan | Akan menjadi BUMN resmi pada pekan depan |
| Tujuan Utama | Transparansi harga dan optimalisasi pendapatan negara |
| Frekuensi Evaluasi | Setiap tiga bulan di setiap tahapan transisi |
Tabel di atas merangkum rencana strategis pemerintah dalam memperkuat peran PT Danantara sebagai ujung tombak perdagangan komoditas mineral di pasar internasional.
Di sisi lain, penunjukan Luke Thomas sebagai pemimpin di PT DSI diharapkan dapat membawa perspektif profesional dalam mengelola operasional perusahaan tersebut.
Meski kebijakan ini memicu diskusi di kalangan investor, pemerintah tetap optimis bahwa sistem ini akan memberikan kepastian jangka panjang bagi iklim investasi di Indonesia.
Airlangga mengklaim bahwa sejauh ini respons dari para pelaku usaha tetap positif terhadap rencana penguatan peran PT DSI dalam rantai pasok global.
Dengan adanya kepastian hukum dan tahapan yang jelas, ekosistem hilirisasi nikel diharapkan dapat semakin solid dan memberikan nilai tambah maksimal bagi ekonomi nasional.