Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Dili, Timor Leste. Kunjungan ini memenuhi undangan resmi dari Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.
Dalam lawatan tersebut, Megawati akan menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor Leste, yaitu Grand Collar Order of Timor Leste. Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas peran besar beliau dalam sejarah kedua negara.
Penghargaan Atas Jasa Rekonsiliasi
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi Megawati dalam membuka jalan rekonsiliasi. Langkah bersejarah tersebut dimulai saat beliau menghadiri hari kemerdekaan Timor Leste pada 20 Mei 2002 silam.
Kunjungan Megawati saat menjabat sebagai Presiden RI kala itu dinilai sebagai fondasi penting bagi hubungan harmonis antara Indonesia dan Timor Leste. Hal ini diungkapkan Hasto saat berada di Dili untuk mempersiapkan kunjungan tersebut.
Agenda Kunjungan di Timor Leste
Kunjungan resmi yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 ini akan diisi dengan berbagai agenda penting di Dili. Hasto Kristiyanto telah tiba lebih dulu sebagai tim pendahulu untuk melakukan koordinasi dengan pihak kepresidenan Timor Leste.
Daftar agenda utama Megawati Soekarnoputri selama berada di Dili:
- Menerima penganugerahan tanda kehormatan Grand Collar Order of Timor Leste secara resmi.
- Mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.
- Melakukan pertemuan khusus dengan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
- Bertemu dengan komunitas masyarakat Indonesia yang menetap dan bekerja di Dili.
- Melakukan ziarah atau kunjungan ke berbagai situs bersejarah yang berkaitan dengan kedua negara.
Agenda tersebut disusun untuk mempererat ikatan emosional dan diplomatik antara tokoh bangsa Indonesia dengan para pemimpin Timor Leste.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Politik
Selain membahas agenda seremonial, delegasi PDIP juga membicarakan peluang kerja sama yang lebih luas. Hasto menekankan pentingnya sinergi di bidang kepartaian, kemasyarakatan, hingga sektor ekonomi strategis di wilayah perbatasan.
Indonesia memiliki peran ekonomi yang cukup signifikan di Timor Leste melalui kehadiran berbagai perusahaan milik negara. Berikut adalah beberapa BUMN yang tercatat aktif berkontribusi dalam perekonomian di sana.
Daftar BUMN Indonesia yang beroperasi di Timor Leste:
- Sektor Energi: PT Pertamina (Persero).
- Sektor Perbankan: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- Sektor Konstruksi: PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero).
- Sektor Keuangan Mikro: PT Pegadaian.
Kehadiran perusahaan-perusahaan pelat merah ini menunjukkan adanya hubungan perdagangan yang kuat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Kesamaan Ideologi Marhaen dan Maubere
Dalam sebuah pertemuan hangat, Presiden Jose Ramos Horta menyampaikan salam hormat kepada Megawati melalui Hasto. Keduanya juga sempat membahas kesamaan filosofi perjuangan rakyat kecil yang dianut oleh kedua bangsa.
Ramos Horta menyoroti kemiripan antara konsep "Marhaen" yang dipopulerkan Bung Karno dengan istilah "Maubere" di Timor Leste. Maubere merupakan istilah dalam bahasa Tetum yang merujuk pada rakyat jelata, petani, dan penduduk asli setempat.
Selain persoalan ideologi, Presiden Timor Leste juga menekankan pentingnya reformasi pendidikan nasional dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Beliau menceritakan tentang Human Capital Development Fund yang telah didirikan sejak 2011 untuk mendukung beasiswa dan pelatihan profesional bangsa Timor Leste.
Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata kain batik dari Hasto kepada Presiden Ramos Horta. Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mengokohkan persahabatan antara dua negara tetangga yang memiliki sejarah panjang ini.