Airlangga Bahas Strategi Baru Arsitektur Ekonomi Internasional di Belgia

Airlangga Bahas Strategi Baru Arsitektur Ekonomi Internasional di Belgia
Foto: Airlangga Bahas Strategi Baru Arsitektur Ekonomi Internasional di Belgia. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Artikel Parafrase

Di Belgia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membahas tentang perubahan besar dalam arsitektur ekonomi internasional akibat dinamika geopolitik yang kompleks. Ia menyoroti pentingnya kerangka kerja sama baru yang dapat memastikan ekonomi dunia tetap terbuka, inklusif, dan tahan uji.

Airlangga menggarisbawahi bahwa membangun ulang arsitektur ekonomi internasional harus fokus pada diversifikasi dan kerja sama, bukan pemisahan atau fragmentasi. Hal tersebut ia sampaikan dalam Brussels Economic Security Forum (BESF) 2026 di Brussel, Belgia.

Selama forum tersebut, Airlangga menjelaskan pendekatan Indonesia dalam memperkuat ketahanan dan keamanan ekonomi, termasuk penyelesaian kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Ia juga menyerukan untuk memperkuat kerja sama global dan mencegah fragmentasi ekonomi.

Airlangga menyoroti bagaimana konflik seperti di Selat Hormuz dan Laut Merah memengaruhi rantai pasok dan perekonomian dunia. Gangguan geopolitik, menurutnya, dapat meningkatkan biaya, menurunkan investasi, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, sehingga banyak negara memilih memperkuat keamanan ekonominya.

Di tengah tantangan global tersebut, Indonesia dikatakan mampu menjaga ketahanan ekonominya dengan mencatat pertumbuhan 5,61% pada triwulan pertama 2026. Inflasi berhasil dikendalikan, dan cadangan devisa serta surplus neraca perdagangan tetap kuat.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia terus mendorong transformasi ekonominya melalui industrialisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok global, khususnya di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi pusat produksi kendaraan listrik, menarik investor dari berbagai benua, serta meningkatkan kontribusi pada diversifikasi rantai pasok energi bersih yang berkelanjutan.

Selain itu, transformasi digital di Indonesia diharapkan menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digitalnya diprediksi melampaui US$130 miliar pada 2025.

Dalam upaya meningkatkan ketahanan energi, Indonesia mengembangkan energi terbarukan dan implementasi program biodiesel B50 untuk mengurangi impor bahan bakar, sekaligus mendukung transisi ekonomi yang lebih hijau.

Airlangga juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap perluasan kerja sama perdagangan strategis, termasuk melalui perjanjian IEU-CEPA, I-EAEU FTA, dan CPTPP. Oleh karena itu, Indonesia memainkan peran penting sebagai penghubung antara negara maju dan berkembang dalam forum internasional.

Pada penutupan BESF, Maroš Šefčovič, European Commissioner for Trade and Economic Security, menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik. Ia mengajak semua pihak untuk membangun kerangka keamanan ekonomi yang kuat dan inklusif.

BESF yang diselenggarakan oleh European Policy Centre menjadi forum utama di Brussel untuk membahas berbagai isu terkait keamanan ekonomi di tengah dinamika global. Forum ini dihadiri oleh pejabat tinggi Uni Eropa, pemerintah negara mitra, pelaku usaha, hingga media internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi