Ahli: Jenis Hantavirus di MV Hondias Belum Pernah Ditemukan di RI

Ahli: Jenis Hantavirus di MV Hondias Belum Pernah Ditemukan di RI
Foto: Ilustrasi Ahli: Jenis Hantavirus di MV Hondias Belum Pernah Ditemukan di RI.
Ukuran teks

Pakar infeksi tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dominicus Husada, menegaskan bahwa Hantavirus tipe Andes yang menyerang kapal pesiar MV Hondius belum pernah terdeteksi di wilayah Indonesia. Dominicus memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa setiap spesies tikus membawa jenis virus yang berbeda sehingga tidak semua tikus menyebarkan varian hantavirus yang sama.

Dominicus menyatakan dalam acara media briefing IDAI pada Jumat (8/5) bahwa virus Andes sejauh ini tidak ditemukan di tanah air. Beliau menambahkan bahwa spesies tikus pembawa virus ini pun tidak ada di Amerika Utara atau Kanada, melainkan hanya terkonsentrasi di wilayah Amerika Selatan seperti Chile dan Argentina.

Kasus infeksi yang tercatat di Indonesia umumnya bersumber dari jenis hantavirus lain yang memang berkaitan erat dengan populasi tikus lokal. Dominicus menekankan bahwa Hantavirus bukanlah virus tunggal, melainkan sebuah kelompok besar yang memiliki puluhan varian berbeda dan tersebar secara global sesuai dengan habitat hewan pengerat pembawanya.

Hingga saat ini, para peneliti telah berhasil mengidentifikasi lebih dari 40 jenis varian hantavirus di berbagai belahan dunia. Namun, ia menggarisbawahi bahwa dari sekian banyak varian tersebut, tidak semuanya memiliki kemampuan untuk menimbulkan penyakit atau infeksi pada manusia.

Dominicus menerangkan bahwa setiap perbedaan spesies tikus akan menghasilkan penamaan dan jenis virus yang berbeda pula. Menurut datanya, dari sekitar 40 jenis virus yang sudah diidentifikasi, terdapat 22 varian yang terbukti dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bagi manusia.

Berikut adalah perincian mengenai beberapa jenis hantavirus beserta hewan pengerat yang menjadi inang utamanya di berbagai wilayah:

Jenis Hantavirus Hewan Pengerat Pembawa (Inang)
Andes Virus Long-tailed pygmy rice rat (Tikus padi kerdil ekor panjang)
Hantavirus di China dan Korea Striped field mouse (Tikus ladang bergaris)
Seoul Virus Brown rat (Tikus got cokelat)
Puumala Virus Bank vole (Tikus hutan kecil)
Dobrava-Belgrade Virus (Eropa dan Asia) Yellow-necked mouse (Tikus leher kuning)

Meskipun varian Andes tidak ada di Indonesia, masyarakat tetap diperingatkan untuk waspada terhadap jenis tikus lokal yang membawa varian hantavirus lainnya. Upaya pencegahan utama harus difokuskan pada meminimalisir kontak langsung dengan hewan pengerat serta menjaga standar kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Proses penularan virus ini biasanya terjadi saat manusia secara tidak sengaja menghirup partikel virus yang berasal dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang sudah terinfeksi. Dominicus mengingatkan agar masyarakat tidak menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena hal itu dapat menyebabkan partikel virus terbang di udara dan terhirup.

Artikel terkait

Rekomendasi