Penyanyi populer Afgansyah Reza membagikan kisah perjalanan kariernya yang telah berlangsung sejak tahun 2008 silam. Selama belasan tahun berkarya, pelantun lagu "Sadis" ini mengaku telah melewati berbagai fase naik dan turun yang menantang.
Afgan mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami titik jenuh hingga kelelahan fisik akibat beban kerja yang terlalu berat. Masa-masa sulit tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan dirinya di industri musik tanah air.
Salah satu cobaan terberat yang pernah ia alami adalah ketika kesehatan pita suaranya terganggu serius. Kondisi medis ini sempat mengancam kelangsungan kariernya sebagai seorang penyanyi profesional.
Akibat cedera pita suara tersebut, Afgan diwajibkan oleh dokter untuk beristirahat total dari aktivitas bernyanyi. Ia menjalani masa pemulihan atau vocal rest selama tiga bulan penuh untuk mengembalikan fungsi suaranya.
Penyebab Cedera dan Titik Balik Karier
Kejadian traumatis ini dialami Afgan pada tahun 2019, tepat sebelum ia menggelar konser bertajuk "Dekade". Ia mengakui bahwa gangguan kesehatan tersebut muncul karena gaya hidup yang terlalu memaksakan diri.
Afgan menyadari bahwa kebiasaan mengambil semua tawaran pekerjaan tanpa jeda menjadi pemicu utama kerusakan pita suaranya. Istilah overwork atau bekerja berlebihan diakuinya sebagai kesalahan di masa lalu yang berakibat fatal.
Meskipun sempat terpuruk, kecintaan Afgan terhadap dunia musik membuatnya tidak ingin menyerah begitu saja. Semangat itulah yang mendorongnya untuk tetap bertahan dan kembali berkarya setelah masa pemulihan selesai.
Kini, penyanyi berusia 36 tahun tersebut memilih untuk mengubah pola kerjanya secara total. Afgan menjadi lebih bijak dalam mengatur jadwal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup dan prinsip kerja yang kini diterapkan oleh Afgan:
- Membatasi jumlah penampilan dalam satu periode tertentu untuk menjaga kualitas suara.
- Lebih selektif dalam memilih jenis pekerjaan yang akan diambil.
- Menyediakan waktu istirahat yang cukup di sela-sela jadwal panggung yang padat.
- Menerapkan pola hidup sehat guna menunjang stamina saat tampil di atas panggung.
Perubahan sikap ini dilakukan Afgan semata-mata demi menjaga kesehatan fisik dan mentalnya dalam jangka panjang. Pengalaman pahit di masa lalu memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya keseimbangan antara karier dan kesehatan.
Persiapan Konser Mendatang
Setelah belajar dari pengalaman, Afgan kini tengah mempersiapkan diri untuk kembali menyapa penggemar lewat konser tunggal. Acara bertajuk "Retrospektif" tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 18 Juli 2026.
Dalam konser kali ini, ia akan berkolaborasi dengan musisi senior Erwin Gutawa untuk menyuguhkan penampilan yang spesial. Konser ini diharapkan menjadi bukti konsistensi Afgan setelah melewati berbagai rintangan selama berkarier.
Ringkasan informasi mengenai rencana konser tunggal Afgan:
| Detail Informasi | Keterangan Konser |
|---|---|
| Nama Konser | Retrospektif |
| Lokasi Acara | Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat |
| Tanggal Pelaksanaan | Sabtu, 18 Juli 2026 |
| Kolaborator Utama | Erwin Gutawa |
Melalui persiapan yang lebih matang dan pola kerja yang tertata, Afgan optimis dapat memberikan performa terbaiknya. Ia ingin memastikan bahwa setiap penampilan yang disuguhkan tetap berkualitas tanpa mengabaikan kondisi fisiknya.