70 Juta Warga RI Diprediksi Idap Penyakit Hati, Ini Fakta Mengejutkan di 2026

70 Juta Warga RI Diprediksi Idap Penyakit Hati, Ini Fakta Mengejutkan di 2026
Foto: 70 Juta Warga RI Diprediksi Idap Penyakit Hati, Ini Fakta Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia saat ini tengah memberikan perhatian serius terhadap ancaman penyakit hati kronis yang menghantui masyarakat. Diperkirakan, sebanyak 70 juta penduduk Indonesia mengidap penyakit ini tanpa mereka sadari sebelumnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyakit hati merupakan ancaman kesehatan yang sangat berbahaya karena sifatnya yang tersembunyi. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dalam tubuh manusia dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kondisi ini membuat banyak pasien baru menyadari penyakitnya saat sudah berada pada stadium lanjut. Oleh karena itu, Kemenkes terus mendorong penguatan strategi dari sisi promosi kesehatan dan upaya pencegahan secara masif.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menkes Budi dalam acara bertajuk Healthy Liver Awareness for Indonesia yang berlangsung di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa prevalensi penyakit hati kronis di tanah air saat ini sudah mencapai angka yang sangat tinggi.

Pentingnya Deteksi Dini dan Target Global

Kunci utama untuk menghindari kondisi yang lebih fatal, seperti sirosis atau kanker hati, terletak pada prosedur deteksi dini. Namun, tantangan besar masih membayangi Indonesia karena cakupan skrining kesehatan hati saat ini masih tergolong rendah.

Budi menyebutkan bahwa jangkauan skrining hepatitis di Indonesia diperkirakan baru menyentuh angka sekitar 10 persen dari total populasi. Angka ini masih berada jauh di bawah target yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO sendiri menargetkan agar setiap negara mampu mendeteksi setidaknya 90 persen kasus hepatitis yang ada di wilayah mereka. Hal ini penting karena banyak penyakit kronis yang tidak menimbulkan keluhan fisik selama bertahun-tahun masa perkembangannya.

Menurut Menkes, ketika seseorang mulai merasakan gejala yang nyata, biasanya organ hati sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Sejalan dengan hal tersebut, para ahli medis juga menyuarakan perlunya perluasan akses bagi masyarakat untuk melakukan tes kesehatan.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Profesor David Handojo Muljono, turut mengonfirmasi bahwa banyak kasus hepatitis B kronis tidak terdeteksi sejak dini. Fenomena ini terjadi karena virus sering kali "bersembunyi" tanpa mengganggu aktivitas keseharian pengidapnya.

Profesor David menegaskan bahwa kemudahan akses skrining sangat krusial untuk mencegah perkembangan penyakit menuju fase sirosis. Hati merupakan organ vital yang memiliki fungsi sentral sebagai penyaring racun di dalam aliran darah manusia.

Tahapan Kerusakan Hati Secara Bertahap

Ketika tumpukan racun dalam tubuh meningkat, kinerja hati akan menurun secara signifikan dalam menjalankan tugas utamanya. Mengutip informasi dari Cleveland Clinic, penyakit hati biasanya berkembang melalui beberapa tahapan yang dimulai dari peradangan.

Pada fase awal, kondisi ini sering disebut sebagai hepatitis atau terjadinya peradangan pada jaringan di dalam organ hati. Jika ditangani dengan cepat, hepatitis pada tahap awal ini sebenarnya masih memiliki peluang besar untuk disembuhkan total.

Namun, jika paparan zat racun atau toksisitas terus berlanjut tanpa penanganan, peradangan tersebut akan semakin memburuk. Kondisi hepatitis kronis akan memicu pertumbuhan sel yang tidak normal dan mengakibatkan munculnya jaringan parut.

Proses pembentukan jaringan parut ini dikenal dengan istilah medis fibrosis, yang menandai tahap kerusakan hati yang lebih serius. Pada fase fibrosis, tekstur organ hati mulai mengeras karena penumpukan lapisan jaringan parut yang semakin menebal.

Kondisi pengerasan ini berdampak buruk karena dapat menghambat aliran darah yang seharusnya masuk dan keluar dari organ hati. Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel hati menjadi berkurang secara drastis.

Beruntungnya, sebagian besar kasus fibrosis sebenarnya masih bersifat reversibel atau bisa dipulihkan kembali melalui pengobatan. Hal ini dikarenakan sel-sel hati manusia secara alami memiliki kemampuan luar biasa untuk beregenerasi atau memperbaiki diri.

Masalah fatal muncul jika fibrosis tersebut tidak segera ditangani dan terus dibiarkan hingga berkembang menjadi kondisi sirosis. Sirosis adalah kerusakan hati tahap lanjut yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut secara permanen pada organ tersebut.

Dalam tahap sirosis, kerusakan yang terjadi sudah tidak dapat diperbaiki lagi oleh sistem alami tubuh maupun bantuan medis konvensional. Jika kondisi sirosis terus memburuk tanpa adanya intervensi, pasien berada di bawah ancaman gagal hati total.

Gagal hati menandakan sebuah kondisi di mana organ vital tersebut sudah benar-benar tidak mampu lagi menjalankan fungsinya. Meskipun prosesnya terjadi secara bertahap, gagal hati kronis bisa berujung pada kematian jika pasien tidak mendapatkan donor untuk transplantasi hati.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Meskipun gejalanya sering kali samar, masyarakat diminta untuk tetap peka terhadap perubahan kecil yang terjadi pada kondisi fisik mereka. Ada beberapa indikasi umum yang biasanya muncul pada tahap awal gangguan fungsi hati.

Berikut adalah beberapa tanda awal yang sering muncul pada penderita penyakit hati :

  • Munculnya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian perut sebelah atas.
  • Sering merasakan mual atau mengalami penurunan nafsu makan secara tiba-tiba.
  • Rasa lelah yang sangat hebat dan berkelanjutan meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

Mengenali gejala-gejala di atas sejak dini sangat membantu dalam proses penyembuhan sebelum penyakit mencapai tahap yang membahayakan nyawa. Kemenkes berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hati dapat terus meningkat guna menekan angka prevalensi yang tinggi di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi