Tragedi penembakan maut mengguncang Pusat Islam San Diego (ICSD) di California pada Senin waktu setempat. Insiden berdarah di masjid terbesar di wilayah tersebut mengakibatkan tiga pria tewas di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa dua remaja menjadi dalang di balik serangan ini sebelum akhirnya mereka mengakhiri hidup sendiri. Saat ini, FBI telah turun tangan membantu penyelidikan karena kasus ini ditangani sebagai dugaan kejahatan kebencian.
Kronologi dan Fakta Penembakan di Masjid San Diego
Serangan brutal ini bermula sekitar pukul 11:40 pagi saat suasana di pusat kegiatan Islam tersebut sedang berlangsung seperti biasa. Berikut adalah rincian fakta penting terkait peristiwa tersebut:
Daftar fakta utama dalam tragedi penembakan di Pusat Islam San Diego:- Pelaku Bunuh Diri: Dua remaja yang merupakan pelaku penembakan ditemukan tewas di dalam kendaraan yang terhenti di tengah jalan dekat lokasi.
- Korban Jiwa: Sebanyak tiga pria tewas dalam insiden ini, termasuk seorang petugas keamanan yang mencoba menghalau serangan.
- Respons Cepat Polisi: Sekitar 50 hingga 100 petugas kepolisian tiba di lokasi hanya dalam waktu empat menit setelah laporan pertama diterima.
- Keselamatan Anak-anak: Puluhan siswa sekolah swasta di dalam kompleks masjid berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas keamanan.
- Aksi Heroik Satpam: Penjaga keamanan yang menjadi korban disebut polisi berperan vital dalam mencegah jumlah korban yang lebih banyak.
Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, menjelaskan bahwa aparat keamanan langsung mengepung area tersebut dengan perlengkapan taktis lengkap. Rekaman udara menunjukkan petugas bersenjata berada di atap sekitar kubah masjid untuk mengamankan situasi.
Meskipun pengepungan berlangsung ketat, pihak berwenang menegaskan tidak ada satu pun peluru yang dilepaskan oleh anggota kepolisian selama operasi berlangsung. Para pelaku diketahui tewas akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri terhadap diri mereka di dalam mobil.
Evakuasi Siswa dan Korban Lainnya
Saat penembakan terjadi, kompleks tersebut sedang digunakan oleh anak-anak yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta milik pusat Islam itu. Suasana mencekam terlihat saat belasan anak dievakuasi dengan saling berpegangan tangan di bawah kawalan ketat puluhan mobil patroli.
Pihak kepolisian telah memastikan bahwa seluruh anak yang berada di lokasi penembakan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan tanpa luka fisik. Selain korban di dalam masjid, seorang tukang kebun dilaporkan sempat ditembak di area beberapa blok dari lokasi namun tidak mengalami cedera serius.
Investigasi mendalam terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik tindakan keji kedua remaja tersebut. Fokus utama penyelidikan saat ini tertuju pada catatan anti-Islam yang diduga dimiliki oleh tersangka sebelum melakukan aksi penyerangan.