Setelah menempuh perjalanan panjang selama tujuh tahun, serial fenomenal The Boys akhirnya mencapai garis finis di musim kelimanya. Serial yang dikenal berani karena menyuguhkan sudut pandang berbeda dari pakem pahlawan super pada umumnya ini pun resmi berakhir.
Meski mengakhiri perjalanannya, penayangan musim pamungkas ini justru memicu gelombang diskusi yang cukup panas di kalangan penonton setianya. Sebagian penggemar mengaku cukup puas, namun banyak pula yang melontarkan kritik pedas terhadap kualitas narasi yang disajikan di pengujung cerita.
Kekecewaan ini bukan tanpa alasan, mengingat ekspektasi publik yang begitu tinggi terhadap konklusi dari konflik antara kelompok The Boys dan para pahlawan korup di Vought. Setidaknya, terdapat beberapa poin krusial yang dianggap menjadi penyebab jatuhnya kualitas akhir dari musim kelima ini.
Alur Cerita yang Terasa Sangat Terburu-buru
Keluhan utama penonton sebenarnya sudah mulai bermunculan sejak dua episode sebelum episode final resmi ditayangkan di platform Prime Video. Banyak penggemar merasa khawatir karena alur cerita masih terasa bertele-tele dan jauh dari kata tuntas padahal durasi tayang sudah hampir habis.
Kekhawatiran tersebut nyatanya terbukti saat episode kedelapan sebagai babak final mencoba merangkum dua plot besar sekaligus dalam waktu singkat. Tim produksi berusaha memadatkan misi pembunuhan Homelander serta upaya pencegahan genosida terhadap kaum Supe dalam satu tayangan saja.
Situasi semakin memburuk karena durasi episode terakhir tidak mendapatkan tambahan waktu yang signifikan dibandingkan episode-episode normal sebelumnya. Hal ini memaksa semua resolusi konflik terasa dipaksakan dan terburu-buru, sehingga sensasi klimaks yang seharusnya emosional menjadi kurang maksimal.
Sia-sianya Potensi Karakter dari Spin-off Gen V
Sebelumnya, para penggemar The Boys sudah merasa kurang senang ketika serial pendamping atau spin-off berjudul Gen V dipastikan tidak berlanjut ke musim ketiga. Kehadiran karakter-karakter dari Gen V di musim terakhir The Boys awalnya diharapkan bisa menjadi obat penawar rindu sekaligus memperkuat cerita.
Salah satu yang paling disorot adalah karakter Maria Moreau, yang pada akhir musim kedua Gen V digadang-gadang memiliki kekuatan besar yang mampu menandingi Homelander. Sayangnya, potensi besar yang dimiliki Maria justru seolah tidak dimanfaatkan dengan baik dalam konklusi cerita serial utama ini.
Alih-alih terlibat dalam bentrokan besar yang menentukan nasib dunia, Maria hanya diberi peran kecil untuk menjaga beberapa mantan pengikut Homelander yang membelot. Kehadirannya pun dinilai tak lebih dari sekadar kameo yang tidak memberikan dampak berarti pada jalannya pertempuran akhir yang sangat dinantikan.
Strategi Promosi yang Dianggap Memberi Harapan Palsu
Selama masa promosi menuju musim kelima, pihak produksi merilis serangkaian poster yang sangat artistik dan menjanjikan adegan-adegan berskala epik. Langkah ini berhasil membangun antusiasme luar biasa dari para penggemar yang memprediksi adanya kehancuran besar-besaran di akhir cerita.
Ada beberapa poster promosi yang sebelumnya sangat mencuri perhatian netizen :
- Poster yang menampilkan sosok Homelander sedang berada di orbit Bumi sembari menatap kehancuran planet dengan ekspresi angkuh.
- Gambar Billy Butcher yang berdiri tegak di depan gedung Vought Tower yang sudah hancur lebur di tengah kota yang porak-poranda.
- Visual Butcher berjalan sendirian menuju Gedung Putih yang telah diduduki oleh Homelander dan pasukan pahlawan super misterius.
Tabel berikut merangkum perbedaan antara apa yang dijanjikan lewat promosi dengan kenyataan yang terjadi di layar kaca agar lebih mudah dipahami.
Perbandingan Ekspektasi Promosi vs Realita Episode Final :
| Aspek yang Dinilai | Ekspektasi dari Poster | Realita di Episode Terakhir |
|---|---|---|
| Skala Pertempuran | Skala global hingga ke luar angkasa dan kehancuran total kota. | Pertarungan berskala kecil dan tidak se-chaos yang dibayangkan. |
| Nasib Vought Tower | Hancur lebur sebagai simbol runtuhnya kekuasaan korporat Supe. | Tidak ada adegan penghancuran ikonik seperti di dalam poster. |
| Pasukan Supe Baru | Munculnya banyak karakter pahlawan super baru yang misterius. | Fokus hanya pada karakter lama tanpa ada plot twist pasukan baru. |
Daftar di atas menunjukkan bahwa banyak adegan epik yang dipamerkan di poster ternyata tidak muncul sama sekali di dalam episode final. Hal ini memicu anggapan bahwa materi promosi tersebut hanyalah teknik pemasaran semata yang justru merugikan ekspektasi tinggi dari para penonton.
Nasib Soldier Boy yang Dibiarkan Menggantung
Ketidakhadiran Soldier Boy secara aktif dalam momen-momen krusial di episode terakhir juga menjadi salah satu poin yang paling banyak diprotes. Pada episode ketujuh, karakter legendaris ini diceritakan harus kembali tertidur di dalam tabung pembeku atau cryo-chamber setelah dikalahkan Homelander.
Penonton merasa pola cerita ini sangat repetitif karena Soldier Boy mengawali musim dengan terbangun dari pembekuan dan menutupnya dengan cara yang sama. Padahal, banyak penggemar yang sangat menantikan adanya resolusi tetap atau akhir yang jelas bagi perkembangan karakter yang kompleks ini.
Meskipun karakter ini dikonfirmasi akan muncul kembali dalam serial prekuel bertajuk Vought Rising, hal itu tetap tidak memuaskan dahaga penonton. Tidak adanya penjelasan mengenai nasib akhirnya di lini masa masa kini The Boys dianggap sebagai keputusan kreatif yang mengecewakan banyak pihak.
Berbagai kekecewaan tersebut kini menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan panjang salah satu serial paling populer di dekade ini. Apakah menurut Anda akhir dari The Boys Season 5 sudah cukup layak, atau Anda justru sepakat dengan poin-poin kritikan di atas?