2 Atraksi Wisata Singapura Paling Banyak Dicari Turis Indonesia di 2026

2 Atraksi Wisata Singapura Paling Banyak Dicari Turis Indonesia di 2026
Foto: 2 Atraksi Wisata Singapura Paling Banyak Dicari Turis Indonesia di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Singapura tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi luar negeri favorit bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini. Data terbaru dari Singapore Tourism Board (STB) mengungkapkan fakta menarik mengenai pergerakan wisatawan sepanjang tahun 2025 lalu.

Wisatawan asal Indonesia tercatat sebagai penyumbang kunjungan mancanegara terbesar kedua bagi Singapura dengan total mencapai 2,44 juta kunjungan. Angka ini hanya terpaut dari China yang berada di posisi pertama dengan 3,1 juta kunjungan, sementara Malaysia menyusul di posisi ketiga dengan 1,28 juta kunjungan.

Destinasi Favorit Turis Indonesia di Singapura

Tren minat wisata yang tinggi ini terus berlanjut hingga tahun 2026, sebagaimana terekam dalam data platform Online Travel Agent (OTA) Traveloka. Dua tempat wisata utama di kawasan Resorts World Sentosa (RWS) menjadi primadona yang paling banyak dicari oleh pengguna platform tersebut.

Universal Studios Singapore dan Singapore Oceanarium menempati urutan teratas dalam daftar pencarian atraksi wisata. Pihak Traveloka mencatat adanya lonjakan signifikan pada volume pencarian untuk atraksi di RWS selama periode awal tahun ini.

Pada Februari 2026, jumlah pencarian dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia semakin menyukai perjalanan jarak dekat yang menawarkan paket hiburan lengkap untuk keluarga.

Fenomena ini mendorong terciptanya kolaborasi strategis antara pihak Traveloka dan Resorts World Sentosa untuk meningkatkan layanan bagi konsumen. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di Tangerang pada Rabu, 20 Mei 2026, sebagai langkah nyata pemenuhan kebutuhan pasar.

Baidi Li, selaku Vice President of Commercial Traveloka, menjelaskan bahwa kerja sama ini memanfaatkan teknologi rekomendasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah untuk mengubah minat pencarian menjadi pemesanan yang nyata sekaligus memberikan pengalaman perencanaan liburan yang praktis.

Fokus kerja sama antara Traveloka dan RWS mencakup beberapa poin utama berikut:

  • Penyediaan keuntungan eksklusif serta berbagai penawaran khusus bagi para pengguna setia aplikasi Traveloka.
  • Pemberian kemudahan akses untuk paket perjalanan terpadu yang meliputi tiket pesawat, hotel, tiket atraksi, hingga kuliner dalam satu aplikasi.
  • Pemberian rekomendasi perjalanan yang lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap individu atau keluarga.
  • Penyederhanaan proses pemesanan untuk berbagai event internasional dan hiburan kelas dunia yang diselenggarakan di kawasan resor.

Melalui inisiatif ini, diharapkan para pelancong tidak lagi merasa kesulitan dalam menyusun jadwal perjalanan mereka. Kemudahan akses ini menjadi kunci utama dalam menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung kembali.

Kampanye Libur Sekolah Summer of Treasures

Menjelang musim liburan sekolah, kedua pihak juga resmi meluncurkan kampanye bertajuk "Summer of Treasures". Program khusus ini dirancang untuk memberikan pengalaman rekreasi yang lebih mendalam bagi para pengunjung dari Indonesia.

Kampanye liburan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 29 Mei hingga 30 Agustus 2026 mendatang. Para wisatawan dapat menikmati berbagai paket khusus yang melibatkan kolaborasi dengan brand global ternama di berbagai wahana RWS.

Beberapa lokasi yang termasuk dalam program ini antara lain Singapore Oceanarium, Universal Studios Singapore, hingga Adventure Cove Waterpark. Data menunjukkan bahwa wisatawan kini cenderung mencari pengalaman rekreasi terintegrasi yang menggabungkan belanja dan kuliner dalam satu area.

Jenny Wang, Acting Senior Vice President Resort Sales & Marketing RWS, memberikan pandangannya mengenai kolaborasi ini. Ia menyebutkan bahwa kekuatan basis pengguna Traveloka yang sangat besar menjadi alasan utama kemitraan ini dijalankan.

Menurut Jenny, pemahaman mendalam Traveloka terhadap perilaku konsumen di Indonesia membantu RWS menghadirkan layanan yang lebih personal. Dengan begitu, setiap wisatawan dapat menemukan penawaran yang paling sesuai dengan preferensi mereka selama berada di Singapura.

Statistik Kunjungan dan Target Pariwisata Singapura

Secara keseluruhan, sektor pariwisata Singapura menunjukkan performa yang cukup stabil meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Berdasarkan data resmi STB, jumlah kunjungan mancanegara ke Singapura pada tahun 2025 mencapai angka 16,9 juta orang.

Angka kunjungan tersebut sebenarnya mengalami kenaikan sebesar 2,3 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Namun, total kunjungan ini masih sedikit berada di bawah target awal yang dipatok pemerintah Singapura antara 17 juta hingga 18,5 juta wisatawan.

STB mengamati adanya variasi pertumbuhan di beberapa pasar regional yang dipengaruhi oleh faktor sensitivitas harga. Misalnya, kunjungan dari Vietnam mengalami penurunan dari 393.000 menjadi 344.000, begitu pula dengan Filipina yang turun menjadi 726.000 kunjungan.

Di sisi lain, pasar dari Jepang, Amerika Serikat, dan Malaysia justru menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini membuktikan bahwa daya tarik Singapura sebagai pusat hiburan dan bisnis internasional tetap kuat di mata dunia.

CEO STB, Melissa Ow, menyatakan bahwa capaian tahun 2025 tetap menjadi landasan kuat untuk menuju visi "Pariwisata 2040". Peta jalan ini berfokus pada kualitas pariwisata di tengah persaingan global yang semakin ketat dan perubahan demografi wisatawan.

Berikut adalah ringkasan data kunjungan dan target pariwisata Singapura dalam tabel di bawah ini:

Kategori Data Realisasi 2025 Target / Estimasi 2026
Jumlah Kunjungan Wisman 16,9 Juta 17 - 18 Juta
Pertumbuhan Tahunan 2,3% Diprediksi Meningkat
Target Pengeluaran Turis - 31 - 32,5 Miliar SGD
Sektor Pertumbuhan Utama Hiburan & F&B Atraksi Baru & MICE

Data tersebut menggambarkan optimisme pemerintah Singapura dalam menyongsong tahun 2026 sebagai tahun pemulihan total. Fokus utama mereka tetap pada peningkatan pengeluaran wisatawan melalui berbagai inovasi atraksi dan layanan berkualitas tinggi.

Kontribusi Signifikan dari Wisatawan Indonesia

Indonesia memegang peran yang sangat krusial dalam struktur pemasukan devisa pariwisata bagi negeri Singa tersebut. Bersama China dan Australia, Indonesia masuk dalam jajaran tiga pasar utama dengan nilai pengeluaran turis yang sangat besar.

Pada periode laporan terakhir, turis asal China menyumbang pengeluaran sebesar 3,68 miliar dolar Singapura. Sementara itu, wisatawan Indonesia memberikan kontribusi sebesar 2,09 miliar dolar Singapura, diikuti Australia dengan 1,54 miliar dolar Singapura.

Sektor hiburan, permainan, serta makanan dan minuman (F&B) menjadi motor penggerak utama pertumbuhan dengan kenaikan masing-masing sebesar 15 persen. Konsumsi pada sektor kuliner di Singapura tercatat mengalami peningkatan yang sangat signifikan di kalangan wisatawan regional.

Kehadiran berbagai atraksi baru yang dibuka pada tahun 2025 juga menjadi magnet kuat bagi kunjungan berulang. Beberapa di antaranya adalah Rainforest Wild, Curiosity Cove di Mandai Wildlife Reserve, serta Jurassic World: The Experience di Gardens by the Bay.

Selain atraksi, menjamurnya destinasi kuliner baru seperti Belimbing, Pop City, hingga Rempapa memberikan variasi pengalaman bagi para pencinta makanan. Inovasi yang berkelanjutan di sektor hiburan dan kuliner ini menjadi kunci utama Singapura tetap relevan bagi turis Indonesia.

Pemerintah Singapura melalui STB menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui sektor MICE (pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran). Dengan dukungan teknologi dan kemitraan strategis, Singapura optimis dapat mencapai target ambisius mereka di tahun-tahun mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi