10 Saham Top Losers saat IHSG Anjlok, APIC hingga IRSX Paling Mengejutkan di 2026

10 Saham Top Losers saat IHSG Anjlok, APIC hingga IRSX Paling Mengejutkan di 2026
Foto: 10 Saham Top Losers saat IHSG Anjlok, APIC hingga IRSX Paling Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat sepanjang periode perdagangan pekan pertama Juni 2026. Sejumlah saham mencatatkan koreksi harga yang sangat tajam hingga masuk dalam daftar pelemahan terdalam atau top losers.

Beberapa emiten yang mengalami penurunan signifikan antara lain PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI), hingga PT Aviana Sinar Abadi Tbk. (IRSX). Ketiga saham ini menjadi sorotan karena nilainya merosot jauh dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham APIC menempati posisi puncak daftar top losers. Harga saham ini anjlok hingga 47,45 persen, merosot dari posisi Rp980 menjadi Rp515 per lembar saham.

Menyusul di posisi kedua adalah saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) yang mengalami penurunan sebesar 47,17 persen. Harga saham KJEN kehilangan 100 poin dan berakhir di level Rp112 per saham pada penutupan pekan ini.

Pelemahan serius juga dialami oleh saham PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) yang terkoreksi sebanyak 43 persen ke level Rp57 per saham. Di sisi lain, saham FOLK turut melemah sebesar 37,38 persen sehingga kini berada di posisi Rp134 per saham.

Saham sektor pelayaran, ELPI, tidak luput dari tren negatif dengan penurunan sebesar 35,90 persen ke harga Rp1.125. Sementara itu, saham IRSX menyusul dengan koreksi harga sebesar 35,29 persen dan ditutup pada level Rp242 per lembar saham.

Beberapa emiten lain yang melengkapi daftar sepuluh besar saham dengan kinerja terburuk pekan ini mencakup TAMA yang turun 35,03 persen dan FUTR yang merosot 34,64 persen. Selain itu, saham STAR terkoreksi 34,39 persen, disusul BOGA yang anjlok 34,33 persen ke level Rp880.

Berikut adalah rangkuman data 10 saham yang masuk daftar top losers selama sepekan terakhir:

Kode Saham Harga Pekan Lalu (Rp) Harga Pekan Ini (Rp) Selisih Penurunan (Rp) Persentase Penurunan (%)
APIC 980 515 -465 -47,45%
KJEN 212 112 -100 -47,17%
TRUE 100 57 -43 -43,00%
FOLK 214 134 -80 -37,38%
ELPI 1.755 1.125 -630 -35,90%
IRSX 374 242 -132 -35,29%
TAMA 197 128 -69 -35,03%
FUTR 179 117 -62 -34,64%
STAR 442 290 -152 -34,39%
BOGA 1.340 880 -460 -34,33%

Tabel di atas menunjukkan besarnya tekanan jual yang dialami oleh emiten-emiten tersebut di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak. Investor cenderung melakukan aksi lepas saham yang memicu penurunan harga secara drastis dalam waktu singkat.

Kinerja IHSG dan Kapitalisasi Pasar yang Menyusut

Seiring dengan rontoknya harga sejumlah saham unggulan dan lapis kedua, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan rapor merah. Sepanjang pekan ini, IHSG terkoreksi sebesar 8,69 persen, sebuah angka penurunan yang cukup mengkhawatirkan bagi pelaku pasar.

Kondisi ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia yang menyusut sekitar Rp922 triliun dalam sepekan. Hal ini menunjukkan hilangnya nilai aset investasi dalam jumlah yang masif akibat sentimen negatif pasar.

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa dinamika perdagangan saham selama sepekan ini menghasilkan kinerja yang beragam namun cenderung menurun. Penurunan ini mencerminkan kondisi ekonomi dan sentimen yang sedang berkembang di lantai bursa.

IHSG secara resmi ditutup pada level 5.594,765 pada akhir pekan ini. Angka tersebut turun signifikan jika dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya yang masih bertahan di level 6.127,381.

Penurunan indeks ini secara otomatis menekan total kapitalisasi pasar bursa sebesar 8,59 persen. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp9.807 triliun, turun dari Rp10.729 triliun pada pekan lalu.

Jika ditarik lebih jauh ke posisi awal tahun, kondisi pasar modal Indonesia saat ini terlihat cukup memprihatinkan. Kapitalisasi pasar telah tergerus sekitar Rp6.207 triliun atau setara dengan penurunan sebesar 38,8 persen sejak awal Januari 2026.

Berdasarkan catatan statistik pada 2 Januari 2026, nilai kapitalisasi pasar kala itu masih berada di level Rp16.014 triliun. Saat itu, IHSG juga masih bertengger di posisi yang cukup tinggi yakni pada level 8.748,13.

Aktivitas Transaksi Harian Justru Meningkat

Meski indeks dan kapitalisasi pasar mengalami kejatuhan, aktivitas perdagangan di bursa justru terpantau lebih ramai dari biasanya. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan pada rata-rata frekuensi transaksi harian selama periode tersebut.

Frekuensi transaksi harian mencatatkan kenaikan sebesar 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi. Sebelumnya, rata-rata frekuensi harian hanya berada di angka 2,11 juta kali transaksi saja.

Lonjakan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang tumbuh sebesar 8,66 persen. Secara total, terdapat sekitar 33,63 miliar saham yang berpindah tangan setiap harinya, naik dari 30,95 miliar saham di pekan sebelumnya.

Namun demikian, nilai transaksi harian justru menunjukkan tren yang berlawanan dengan volume perdagangan. Rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,71 persen menjadi Rp26,97 triliun dari sebelumnya Rp28,38 triliun.

Penurunan nilai transaksi meskipun volume meningkat menandakan bahwa harga saham yang diperdagangkan memang sedang berada di level yang jauh lebih rendah. Investor banyak melakukan transaksi namun dengan nilai nominal yang lebih kecil akibat anjloknya harga pasar.

Situasi pasar yang fluktuatif ini menuntut kehati-hatian ekstra dari para investor dalam mengambil keputusan. Pelemahan IHSG yang hampir menyentuh 9 persen dalam sepekan menjadi sinyal waspada bagi strategi investasi jangka pendek maupun panjang.

Beberapa faktor eksternal seperti rebalancing indeks global dan kondisi nilai tukar rupiah turut menjadi latar belakang tekanan pada pasar saham domestik. Hal ini juga berdampak pada saham-saham grup besar yang turut mengalami koreksi cukup dalam.

Sebagai informasi tambahan, seluruh data dan fakta dalam laporan ini bersumber dari statistik resmi bursa. Pergerakan harga saham di masa depan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit diprediksi secara akurat.

Catatan Penting bagi Investor:

  • Artikel ini bersifat informatif dan tidak bertujuan untuk memberikan rekomendasi jual atau beli saham tertentu.
  • Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor sepenuhnya.
  • Risiko kerugian maupun potensi keuntungan dari aktivitas perdagangan saham sepenuhnya ditanggung oleh pembaca.
  • Penting untuk melakukan analisis mendalam sebelum menempatkan modal pada instrumen pasar modal yang berisiko tinggi.

Informasi mengenai kinerja pasar modal ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi publik mengenai kondisi terkini ekonomi nasional. Tetap pantau perkembangan berita ekonomi terkini untuk mendapatkan pembaruan data yang lebih akurat dan tepat waktu.

Artikel terkait

Rekomendasi