Seorang warga negara (WN) Brunei Darussalam berinisial MHF (30) dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius di bagian kepala.
Peristiwa tragis ini bermula dari keributan yang terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Kondisi kesehatan MHF terus menurun hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (16/11) setelah berjuang melewati masa kritis.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa korban sempat dievakuasi ke penginapan terdekat sesaat setelah kejadian. Namun, karena kondisinya mengkhawatirkan, korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk penanganan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan telah mengamankan pelaku yang ternyata juga merupakan sesama warga negara Brunei berinisial MI alias Woodyrman (33). Pelaku diketahui memiliki latar belakang sebagai seorang pembuat konten atau influencer yang cukup dikenal.
Kronologi Penganiayaan di Blok M
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika korban sedang bersantai bersama beberapa saksi. Tak lama berselang, sekelompok orang datang menghampiri dan sempat berbincang secara normal dengan korban.
Ketegangan mulai memuncak saat Woodyrman tiba di lokasi sekitar pukul 03.28 WIB dengan mengendarai sebuah mobil. Pelaku turun dari kendaraan sambil membawa tas kertas hitam yang diduga kuat berisi botol kaca, lalu menghampiri korban.
Adu argumen yang sengit pun tak terhindarkan tepat di area pintu masuk Blok M Hub meski beberapa orang di lokasi sudah berupaya melerai. Perdebatan tersebut berakhir tragis saat pelaku melayangkan hantaman keras ke arah kepala korban menggunakan botol kaca tersebut.
Berikut adalah ringkasan fakta terkait kasus penganiayaan tersebut:
- Lokasi Kejadian: Area pintu masuk Blok M Hub, Jakarta Selatan.
- Identitas Korban: MHF (30), warga negara Brunei Darussalam.
- Identitas Pelaku: Woodyrman (33), warga negara Brunei yang berprofesi sebagai influencer.
- Penyebab Kematian: Pukulan satu kali di kepala menggunakan botol kaca yang disembunyikan dalam tas kertas.
- Waktu Perawatan: Korban sempat dirawat selama 10 hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Hantaman keras tersebut membuat MHF langsung jatuh terkapar di lokasi kejadian dan kehilangan kesadaran. Saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif di balik perselisihan yang berujung pada hilangnya nyawa warga asing tersebut.
Kasus ini mencuri perhatian publik setelah video rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pemukulan viral di media sosial. Polisi menegaskan akan memproses hukum pelaku sesuai dengan ketentuan pidana yang berlaku di Indonesia.