Warga Padati CFD Rasuna Said 2026, Antusiasme Tinggi Minta Rutin Setiap Minggu

Warga Padati CFD Rasuna Said 2026, Antusiasme Tinggi Minta Rutin Setiap Minggu
Foto: Warga Padati CFD Rasuna Said 2026, Antusiasme Tinggi Minta Rutin Setiap Minggu. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kembali dipadati masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada Minggu (7/6/2026).

Pelaksanaan CFD di lokasi ini sempat dijeda untuk proses evaluasi selama beberapa pekan sebelum akhirnya dibuka kembali untuk publik.

Sambutan Positif Warga Lokal

Warga sekitar menyambut hangat pembukaan kembali area olahraga ini dan berharap pelaksanaannya bisa rutin dilakukan setiap pekan.

Hendri, seorang warga Karet Kuningan, mengungkapkan kegembiraannya karena kini ia memiliki ruang terbuka untuk berolahraga sekaligus mencari hiburan di dekat rumah.

Menurutnya, kehadiran CFD di Rasuna Said menjadi solusi praktis bagi masyarakat setempat agar tidak perlu jauh-jauh menuju kawasan Bundaran HI atau Sudirman.

Ia menilai kawasan ini merupakan alternatif yang sangat tepat di tengah padatnya pilihan lokasi HBKB lain seperti di Antasari maupun Sunter.

Manfaat Rekreasi dan Kualitas Udara

Selain sebagai sarana fisik, Hendri menganggap CFD sebagai momen penyegaran dari rutinitas harian di kawasan yang biasanya dipenuhi kendaraan dan gedung tinggi.

Baginya, menghentikan lalu lintas kendaraan selama beberapa jam setiap minggu dapat memperbaiki sirkulasi udara di wilayah "hutan beton" tersebut.

Senada dengan itu, Udin yang juga penduduk sekitar merasa senang karena kini memiliki pilihan hiburan yang menyehatkan di akhir pekan.

Ia mengaku cukup sulit mencari ruang terbuka untuk berolahraga di daerah Kuningan jika tidak ada kegiatan khusus seperti car free day ini.

Variasi Rute Jogging Masyarakat

Beberapa alasan utama warga menyukai CFD di kawasan Rasuna Said:

  • Memberikan alternatif lokasi olahraga agar warga tidak merasa bosan dengan rute yang itu-itu saja.
  • Mengurangi kepadatan pengunjung di pusat olahraga utama seperti Gelora Bung Karno (GBK).
  • Memudahkan akses bagi masyarakat Jakarta Selatan yang tinggal di sekitar Kedutaan Besar Malaysia hingga Setiabudi.
  • Menjadi landmark baru yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ryan, seorang warga Jakarta Selatan lainnya, menyebutkan bahwa rute dari Kedubes Malaysia menuju Setiabudi menjadi jalur favorit barunya untuk jogging.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait ketersediaan fasilitas penunjang di lapangan.

Kebutuhan Fasilitas Umum di Area CFD

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian warga adalah minimnya fasilitas sanitasi atau toilet umum di sepanjang jalur Rasuna Said.

Ryan menceritakan pengalamannya yang kesulitan mencari toilet saat berada di lokasi, karena akses ke stasiun LRT mengharuskan pengunjung untuk melakukan tapping kartu.

Berikut adalah rangkuman aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan CFD Rasuna Said:

Aspek Masukan Detail Aspirasi Warga
Frekuensi Kegiatan Diharapkan dapat terlaksana secara rutin setiap minggu.
Fasilitas Penunjang Penambahan toilet portable atau akses sanitasi yang mudah dijangkau.
Manfaat Lingkungan Upaya pengurangan polusi udara di kawasan pusat bisnis.
Variasi Lokasi Menyediakan pilihan rute agar massa tidak menumpuk di satu titik saja.

Dukungan penuh dari warga ini diharapkan menjadi pertimbangan pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas layanan di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor tersebut.

Dengan fasilitas yang lebih lengkap, CFD Rasuna Said diprediksi akan menjadi salah satu destinasi olahraga favorit baru bagi warga Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi