Wabah Ebola yang kian meluas di Republik Kongo dan Uganda menyebabkan pencarian vaksin dan obat-obatan untuk strain Bundibugyo yang langka terus dikebut. Hingga kini, belum ada pengobatan resmi untuk jenis Ebola ini, yang diduga telah menyebar tanpa terdeteksi selama beberapa minggu terakhir.
Menteri Kesehatan Roger Kamba menyatakan bahwa lebih dari 500 kasus suspek dan 131 kematian terkait Ebola telah terlaporkan di empat zona kesehatan di Provinsi Ituri, timur laut Kongo. Di Uganda, dua kasus telah dikonfirmasi, disertai satu kematian di Kampala. Sementara itu, kota Goma di timur yang kini dikuasai pemberontak M23 dukungan Rwanda menyebutkan bahwa 189 orang yang berhubungan dengan kasus suspek sedang diawasi intensif.
Tingkat penyebaran yang cepat ini mengkhawatirkan otoritas kesehatan, terutama karena Bundibugyo adalah salah satu jenis strain Ebola yang paling belum dipahami. Seorang dokter misionaris Amerika dinyatakan positif dan kini sedang dipindahkan ke Jerman untuk mendapatkan perawatan pendukung.
Jean Kaseya, Direktur Jenderal Africa Centres for Disease Control and Prevention, melalui media sosial menyampaikan bahwa tiga vaksin potensial dan beberapa pengobatan sedang dalam tahap evaluasi dan prioritas. "Kami bekerja keras untuk mempercepat produksi GMP," ungkap Kaseya. Istilah GMP mengacu pada standar produksi farmasi yang dibutuhkan sebelum vaksin dapat memasuki uji klinis.
Baca Juga: AS Blokir Pelancong dari Kongo Usai Misionaris Terjangkit Ebola
Artikel Terkait
- AS Blokir Pelancong dari Kongo Usai Misionaris Terjangkit Ebola
- Kemenkes Imbau Wisatawan RI Waspada Ebola, Ini Gejalanya
- Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Ebola, Masyarakat Diminta Tenang
- Pakar: Risiko Ebola Masuk RI Rendah, Masyarakat Diminta Tak Panik
- Ebola Jadi Darurat Global, RI Diminta Perkuat Screening Bandara
- CDC Waspada Ebola Usai WHO Nyatakan Keadaan Darurat Global