Visa Anak Tak Terbit, Purbaya Batal Naik Haji 2026: Sebuah Fakta Mengejutkan

Visa Anak Tak Terbit, Purbaya Batal Naik Haji 2026: Sebuah Fakta Mengejutkan
Foto: Visa Anak Tak Terbit, Purbaya Batal Naik Haji 2026: Sebuah Fakta Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait pembatalan keberangkatannya untuk menunaikan ibadah haji pada musim tahun ini.

Purbaya sedianya dijadwalkan terbang menuju tanah suci pada Kamis (21/5) bersama anggota keluarganya untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

Namun, rencana yang telah disusun matang itu terpaksa dibatalkan karena adanya kendala administratif yang dialami oleh kedua buah hatinya.

Purbaya mengungkapkan bahwa visa keberangkatan untuk kedua anaknya tidak kunjung terbit hingga waktu keberangkatan yang telah ditentukan tiba.

Kondisi ini membuatnya mengambil keputusan sulit untuk membatalkan seluruh rencana perjalanan haji keluarga besar mereka pada tahun ini.

Saat memberikan klarifikasi mengenai rumor adanya persoalan lain yang melatarbelakangi kegagalan berangkat ini, Purbaya dengan tegas memberikan bantahan.

Ia menyatakan bahwa tidak ada faktor lain selain permasalahan dokumen visa milik anak-anaknya yang menjadi penyebab utama kegagalan tersebut.

Purbaya memberikan pernyataan singkat saat dikonfirmasi dalam sebuah diskusi daring pada Jumat (22/5):

  • "Gak ada (masalah lain)," ujar Purbaya menepis anggapan adanya alasan tersembunyi di balik pembatalan tersebut.
  • Ia kembali menekankan bahwa alasan utamanya murni berkaitan dengan dokumen perjalanan anggota keluarganya.

Keputusan tersebut diambil karena ia merasa tidak sanggup jika harus tetap berangkat ke tanah suci tanpa didampingi oleh kedua anaknya.

Sejak awal, Purbaya memang telah meniatkan untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah suci ini bersama keluarga tercinta secara lengkap.

Ia merasa empati terhadap anak-anaknya yang tidak bisa mendapatkan izin masuk ke Arab Saudi sehingga ia memilih untuk menunda keberangkatan tersebut.

"Salah satunya, anak saya gak dapat visa dua-duanya. Jadi saya gak tega ninggalin mereka, Pak. Belum saatnya Pak," ungkap Purbaya menjelaskan sisi emosional keputusannya.

Padahal, Bendahara Negara ini sebelumnya telah melakukan berbagai rangkaian persiapan teknis maupun spiritual demi kelancaran ibadahnya di Makkah.

Purbaya bercerita bahwa dirinya bahkan sudah mengikuti prosesi manasik haji bersama staf dan pegawai lainnya di lingkungan kantor pekan lalu.

Detail persiapan haji yang sempat dilakukan Purbaya adalah sebagai berikut:

  • Pelaksanaan manasik haji secara intensif yang diadakan di area Kantor Kementerian Keuangan.
  • Pembekalan materi mengenai tata cara ibadah yang dilaksanakan pada Senin (11/5) dalam rangkaian media briefing.
  • Mempelajari seluruh tahapan rukun dan wajib haji agar ibadah dapat berjalan sesuai syariat.
  • Upaya menghafal berbagai doa penting yang harus dibacakan selama berada di tanah suci.

Meskipun secara umum sudah memahami alur ibadah haji, Purbaya mengakui bahwa proses menghafal doa-doa tertentu masih menjadi tantangan tersendiri baginya.

Namun, kendala hafalan doa tersebut bukanlah penghalang utama dibandingkan dengan masalah visa yang akhirnya menghentikan langkah keluarganya tahun ini.

Berikut adalah ringkasan mengenai alasan utama dan kronologi pembatalan haji Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Faktor Persiapan Keterangan Detail
Waktu Keberangkatan Kamis, 21 Mei 2026
Kendala Utama Visa untuk dua anak tidak berhasil terbit
Kegiatan Pra-Haji Manasik haji di Kantor Kemenkeu pada 11 Mei 2026
Status Pembatalan Seluruh anggota keluarga batal berangkat bersama

Data di atas menunjukkan bahwa persiapan yang dilakukan sudah sangat matang sebelum akhirnya terbentur masalah administrasi visa di menit-menit terakhir.

Kegagalan keberangkatan Purbaya ini menjadi sorotan mengingat posisinya sebagai pejabat publik yang sudah melakukan persiapan matang sejak jauh-jauh hari.

Publik pun kini memahami bahwa alasan kemanusiaan dan rasa sayang terhadap keluarga menjadi pertimbangan terbesar sang Menteri Keuangan.

Ia berharap bisa mendapatkan kesempatan kembali di masa mendatang untuk beribadah ke tanah suci bersama seluruh anggota keluarganya tanpa kendala.

Artikel terkait

Rekomendasi