Viral Video Kekerasan Tentara Israel ke Aktivis Kemanusiaan, Publik Mengejutkan di 2026

Viral Video Kekerasan Tentara Israel ke Aktivis Kemanusiaan, Publik Mengejutkan di 2026
Foto: Viral Video Kekerasan Tentara Israel ke Aktivis Kemanusiaan, Publik Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Baru saja beredar video viral yang memperlihatkan tindakan keras Israel terhadap aktivis kemanusiaan. Tangkapan layar dari video tersebut menunjukkan bagaimana para aktivis diperlakukan secara tidak manusiawi di kawasan pelabuhan. Menurut laporan, aparat Israel memaksa aktivis pro-Palestina untuk berlutut dengan tangan terikat setelah mencegat kapal bantuan yang menuju Gaza. Tindakan ini telah memicu kecaman internasional yang meluas.

Kontroversi semakin meningkat ketika video tersebut diunggah di media sosial oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Dalam rekaman itu terlihat ratusan aktivis duduk berbaris dengan tangan terikat. Bahkan, beberapa dari mereka dipaksa berlutut dan diawasi ketat oleh pasukan bersenjata. Armada tersebut dihentikan oleh Israel di perairan internasional pada Selasa, sebelum semua aktivis dibawa ke pelabuhan untuk penahanan lebih lanjut.

Sebanyak 430 aktivis dari 40 negara terlibat dalam misi tersebut, termasuk di antaranya warga Italia dan Korea Selatan. Mereka berangkat dari Turki selatan dengan tujuan menembus blokade Gaza demi mengirim bantuan. Video yang diunggah Ben-Gvir juga menyertakan sindiran terhadap para aktivis dengan kalimat, “Mereka datang sebagai pahlawan besar. Lihat mereka sekarang. Tidak lagi jadi pahlawan dan bukan apa-apa,” sembari memegang bendera Israel.

Unggahan tersebut langsung mendapatkan respons keras, termasuk dari pemerintah Israel sendiri. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menilai bahwa tindakan Ben-Gvir telah merusak upaya diplomasi Israel. Menurut Saar, langkah tersebut menghancurkan kerja keras dan profesionalisme berbagai pihak, termasuk militer dan staf Kementerian Luar Negeri.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menanggapi insiden ini dengan sikap hati-hati. Meskipun mendukung hak Israel untuk menghalangi perjalanan kapal ke Gaza, Netanyahu menegaskan bahwa perlakuan terhadap para aktivis tersebut tidak mewakili nilai-nilai yang dianut oleh Israel. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah memerintahkan agar para aktivis tersebut segera dideportasi.

Israel tetap mempertahankan bahwa blokade laut terhadap Gaza dijalankan secara hukum. Mereka juga menyatakan bahwa para aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan dipastikan mendapat akses untuk bertemu perwakilan konsuler. Namun, kelompok hak asasi manusia Israel menyebutkan bahwa para aktivis saat ini ditahan di pelabuhan Ashdod dan sedang mendapatkan bantuan hukum.

Artikel terkait

Rekomendasi