Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, setelah seorang santriwati berinisial F (22) dilaporkan melahirkan seorang bayi. Kejadian ini menjadi perbincangan hangat karena pihak keluarga mengeklaim bahwa sang anak tidak pernah melakukan hubungan intim dengan pria mana pun.
Keluarga yang tinggal di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, ini merasa peristiwa tersebut adalah sebuah ketetapan tuhan yang di luar nalar manusia. Sang ayah, S, menegaskan bahwa putrinya memang tidak memiliki kekasih atau menjalin kedekatan dengan lawan jenis.
Kronologi Kehamilan Menurut Versi Keluarga
Pihak keluarga menceritakan bahwa tanda-tanda kehamilan mulai dirasakan sejak September 2025 ketika siklus menstruasi F mulai terhenti. Ayah korban mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa ini terjadi, putrinya sering mengalami pengalaman spiritual melalui mimpi.
Rangkaian kejadian yang diklaim oleh pihak keluarga sebelum proses persalinan:
- F sering mengalami mimpi berulang mengenai kehamilan saat masih berada di lingkungan pondok pesantren.
- Pengalaman mimpi aneh tersebut terus berlanjut bahkan setelah F kembali ke rumah orang tuanya.
- Keluarga menyadari perubahan fisik pada tubuh F yang kian menyerupai tanda kehamilan secara medis.
- Proses persalinan akhirnya berlangsung meski tanpa diketahui siapa sosok yang bertanggung jawab secara biologis.
Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini dan memilih untuk tidak menuntut pihak mana pun karena keterbatasan informasi. Bagi mereka, kelahiran bayi ini sepenuhnya adalah takdir Allah yang harus diterima dengan lapang dada.
Reaksi Publik dan Keraguan Warganet
Kisah ini pun viral di media sosial setelah diunggah kembali oleh akun Instagram @rumpi_gosip pada Minggu, 24 Mei 2026. Alih-alih merasa simpati, mayoritas warganet justru menaruh kecurigaan besar terhadap narasi mistis yang disampaikan keluarga.
Banyak pengguna internet yang mendesak agar dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini. Berikut adalah beberapa poin keraguan yang disampaikan oleh publik di kolom komentar:
| Poin Keberatan | Saran Tindakan dari Publik |
|---|---|
| Narasi hamil tanpa hubungan seksual dinilai tidak masuk akal secara medis. | Melakukan visum untuk memeriksa kondisi fisik korban secara klinis. |
| Kecurigaan adanya pelaku dari lingkungan terdekat atau pesantren. | Melakukan tes DNA pada bayi untuk mengidentifikasi ayah biologisnya. |
| Kekhawatiran adanya tindak kekerasan seksual yang ditutupi oleh narasi takdir. | Mendorong pihak kepolisian untuk turun tangan menyelidiki kasus tersebut. |
Beberapa komentar bernada sindiran juga bermunculan, yang mengingatkan bahwa secara religius hanya Siti Maryam yang diberikan mukjizat hamil tanpa lelaki. Warganet khawatir narasi "mimpi" ini sengaja diciptakan untuk menutupi tindakan kriminal atau skandal yang terjadi di lingkungan sekitar santriwati tersebut.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pihak medis maupun kepolisian setempat mengenai pengujian DNA untuk membuktikan klaim keluarga. Masyarakat masih menunggu transparansi informasi agar kasus ini tidak meninggalkan spekulasi liar di tengah publik.