Viral, Mahasiswi Kampus Swasta Nekat Tawarkan Staycation ke Dosen Demi Sidang Skripsi 2026

Viral, Mahasiswi Kampus Swasta Nekat Tawarkan Staycation ke Dosen Demi Sidang Skripsi 2026
Foto: Viral, Mahasiswi Kampus Swasta Nekat Tawarkan Staycation ke Dosen Demi Sidang Skripsi 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dunia maya sedang dihebohkan oleh kabar seorang mahasiswi tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta yang nekat menawarkan gratifikasi seksual kepada dosen pembimbingnya. Tindakan ini dilakukan agar dirinya bisa mendapatkan persetujuan untuk mengikuti sidang skripsi pada semester depan.

Kasus ini mulai terungkap ke publik pada Selasa, 19 Mei 2026, setelah kekasih sang dosen melalui akun Threads @justbe_dyy mengunggah bukti percakapan tersebut. Dalam pesan singkat itu, sang mahasiswi tanpa ragu menawarkan paket liburan bersama atau staycation kepada dosennya demi kelulusan tahun ini.

Kronologi dan Tawaran Tidak Pantas

Mahasiswi tersebut awalnya mengeluh karena mata kuliah yang diampu dosen pembimbingnya dianggap sangat sulit. Selain menawarkan liburan, ia bahkan mengaku pernah memberikan imbalan serupa kepada dosen lain demi mendapatkan nilai yang diinginkan.

Isi pesan singkat yang dikirimkan mahasiswi tersebut kepada dosen pembimbingnya:

  • Meminta izin untuk mengikuti sidang skripsi semester depan agar bisa lulus tepat waktu pada tahun ini.
  • Menawarkan ajakan staycation secara terbuka kepada dosen sebagai imbalan atas kemudahan akademik.
  • Mengklaim bahwa dosen lain di kampus yang sama bersedia menerima tawaran tersebut demi memberikan nilai B.
  • Menyampaikan rasa frustrasi karena sang dosen dianggap mempersulit urusan nilainya dibandingkan pengajar lainnya.

Mendapati pesan yang mengandung pelecehan verbal tersebut, sang dosen tidak tinggal diam dan memberikan respons yang sangat tegas. Beliau menolak mentah-mentah tawaran tersebut dan menganggap tindakan mahasiswi itu telah merendahkan harga dirinya.

Proses Penanganan di Dekanat dan Rektorat

Dosen yang bersangkutan langsung memanggil mahasiswi tersebut ke ruang dekanat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Beliau bahkan memberikan peringatan keras akan mengajukan drop out (DO) jika mahasiswi itu mencoba menghindar dari panggilan tersebut.

Saat dipertemukan di ruang dekanat, mahasiswi tersebut tampak tertunduk lesu dan mengakui semua kesalahannya. Ia memohon maaf secara langsung kepada dosen serta kekasihnya, dan menunjukkan sikap yang jauh berbeda dari keberaniannya saat di pesan singkat.

Pihak kampus kini tengah mengambil langkah serius melalui beberapa tahapan berikut:

  • Melakukan audit internal melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).
  • Mengusut identitas oknum dosen lain yang diduga terlibat dalam praktik gratifikasi seksual demi nilai.
  • Menyiapkan sidang internal untuk menentukan sanksi akademis bagi mahasiswi yang bersangkutan.

Pihak rektorat berkomitmen untuk menuntaskan kasus pelanggaran moral ini secara menyeluruh. Sidang internal dijadwalkan akan digelar paling lambat tiga hari setelah laporan resmi diterima demi menjaga integritas kampus.

Informasi Mengenai Status Penanganan Kasus:

Aspek Penanganan Tindakan yang Diambil
Status Mahasiswi Pemeriksaan di Dekanat & ancaman sanksi DO
Investigasi Lanjutan Audit internal oleh Satgas PPKS
Target Waktu Sidang internal maksimal 3 hari pasca-laporan
Fokus Audit Penelusuran oknum dosen lain yang terlibat skandal

Langkah audit internal ini bertujuan untuk membersihkan lingkungan akademik dari oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenang. Pihak rektorat menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk praktik gratifikasi seksual di dalam kampus.

Artikel terkait

Rekomendasi