Sebuah unggahan video yang memperlihatkan perdebatan antara seorang bidan dan pasiennya mengenai prosedur suntik Keluarga Berencana (KB) mendadak viral di media sosial. Video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @tanterempongofficial ini memicu berbagai spekulasi dari netizen hingga menjadi perbincangan hangat.
Persoalan bermula saat seorang pasien perempuan bersikeras ingin melakukan suntik KB rutin setiap bulan. Padahal, ia mengaku sedang menjalani hubungan jarak jauh (LDM) dengan suaminya yang hanya pulang ke rumah satu tahun sekali.
Saran Medis Bidan yang Ditolak Pasien
Dalam rekaman tersebut, sang bidan tampak memberikan edukasi agar pasien tersebut tidak perlu melakukan suntik hormon secara rutin mengingat suaminya jarang berada di rumah. Bidan tersebut menilai paparan hormon yang terus-menerus melalui suntik bulanan tidak diperlukan jika tidak ada aktivitas seksual dengan pasangan.
Bidan menyarankan agar prosedur suntik dilakukan setidaknya dua minggu sebelum jadwal kepulangan suami agar perlindungan tetap efektif namun tidak berlebihan. "Karena bapaknya kerja jauh dan pulangnya setahun sekali, menurut saya Ibu tidak perlu rutin suntik KB setiap bulan," jelas sang bidan dalam video tersebut.
Namun, pasien tetap teguh pada pendiriannya dan mendesak bidan untuk segera menyuntiknya dengan alasan sudah terbiasa dengan jadwal tersebut. Ia beralasan ingin tetap disiplin agar tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan jika sewaktu-waktu suaminya pulang mendadak.
Bahkan, pasien tersebut mengeklaim bahwa di tempat praktik bidan lain, permintaannya selalu dikabulkan tanpa ada perdebatan medis seperti itu. Ia menutup pembicaraan dengan menyatakan siap menanggung segala risiko kesehatan akibat pilihannya tersebut demi bisa melanjutkan rutinitas KB-nya.
Reaksi Netizen dan Dugaan Konten Edukasi
Keteguhan sikap sang pasien tersebut sontak mengundang komentar liar dari warga net di kolom komentar akun gosip tersebut. Banyak netizen yang mencurigai adanya motif tersembunyi atau kehadiran orang ketiga di balik alasan sang pasien tetap ingin ber-KB rutin.
Beberapa poin komentar netizen yang meramaikan unggahan tersebut antara lain:- Curiga adanya pihak ketiga atau kekasih simpanan yang tinggal berdekatan dengan pasien.
- Menilai tindakan pasien sangat tidak masuk akal secara medis jika memang benar hanya bertemu suami setahun sekali.
- Menduga video tersebut hanyalah konten edukasi medis yang diskenariokan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
- Berpendapat bahwa video tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran jasa layanan kesehatan tertentu.
Komentar-komentar satir seperti "suaminya jauh, tapi pacarnya ada di sekitar" mendominasi diskusi publik di media sosial. Meski banyak yang menghujat, sebagian netizen yang lebih jeli menduga kuat bahwa percakapan itu hanyalah simulasi atau konten kreatif untuk kepentingan edukasi kesehatan reproduksi.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi apakah video tersebut merupakan kejadian nyata atau sekadar konten edukasi yang dikemas secara dramatis. Namun, isu ini berhasil membuka diskusi mengenai pentingnya konsultasi medis yang tepat dalam penggunaan alat kontrasepsi hormon.