Fenomena lagu viral berjudul "Mas Bahlil Ganteng" atau yang juga dikenal dengan sebutan "My Little Bolu Ketan" kini tengah menjadi pusat perhatian. Lagu ini dinilai bukan sekadar tren hiburan biasa yang melintas di lini masa media sosial masyarakat.
Awalnya, banyak pihak menduga bahwa lagu tersebut merupakan sebuah bentuk satir atau sindiran yang sengaja diciptakan. Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan lagu ini justru mulai menggeser persepsi dan sentimen publik terhadap sosok tertentu.
Target dari pengaruh lagu ini adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar. Dampak psikologis dari lagu yang terus terngiang di telinga pendengar ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah tersendiri.
Penjelasan Medis Mengenai Fenomena Earworm
Dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, seorang Psikiater dari RS Marzoeki Mahdi Bogor, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Ia menyebutkan bahwa kondisi lagu yang terus berulang di dalam pikiran merupakan hal yang normal secara psikologis.
Kondisi ini dikenal luas dalam dunia medis dengan istilah earworm atau Involuntary Musical Imagery (IMI). Fenomena tersebut membuat potongan melodi atau lirik muncul secara spontan tanpa bisa dikendalikan oleh seseorang.
Dr. Lahargo menjelaskan mekanisme munculnya potongan lagu tersebut di dalam ingatan :
- Lagu atau lirik muncul secara tiba-tiba di dalam pikiran.
- Kejadian ini berlangsung tanpa ada unsur kesengajaan dari individu tersebut.
- Fenomena ini bukanlah hal baru dan sangat sering terjadi pada lagu-lagu yang sedang populer.
- Kondisi ini merupakan bagian dari cara kerja otak manusia dalam memproses informasi audio.
Paparan informasi yang didapatkan pada hari Jumat (29/5) menegaskan bahwa gejala ini jamak ditemui pada masyarakat modern. Hal ini terutama dipicu oleh tingginya interaksi manusia dengan berbagai platform digital setiap harinya.
Mengapa Otak Manusia Sangat Mudah Mengingat Lagu Viral?
Struktur otak manusia memang sudah dirancang secara alami untuk mengenali pola-pola yang bersifat sederhana. Otak kita cenderung lebih cepat merespons sesuatu yang repetitif atau berulang serta memiliki keterikatan emosional.
Lagu-lagu yang menjadi viral biasanya memiliki formula khusus berupa melodi yang sangat mudah untuk ditebak. Selain itu, lirik yang digunakan cenderung singkat dengan ritme yang tidak terlalu kompleks bagi pendengar.
Kombinasi antara kesederhanaan dan pengulangan inilah yang membuat lagu tersebut lebih cepat menetap di memori jangka pendek. Dr. Lahargo menekankan bahwa unsur-unsur tersebut adalah kunci utama sebuah karya menjadi sangat adiktif.
Paparan yang terjadi secara masif di media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels turut memperkuat proses ini. Semakin sering seseorang mendengar lagu tersebut, semakin besar pula peluang otak untuk menyimpannya.
Dampak Paparan Media Sosial Terhadap Memori
Algoritma platform digital saat ini memungkinkan sebuah konten dilihat berulang kali oleh pengguna yang sama. Otak manusia kemudian mulai menerjemahkan frekuensi kemunculan lagu tersebut sebagai sebuah informasi yang dianggap penting.
Akibatnya, sistem saraf pusat akan terus memutar ulang melodi tersebut meskipun sumber suaranya sudah tidak terdengar lagi. Ini adalah mekanisme otomatis otak dalam mengolah data yang diterima secara beruntun dari lingkungan digital.
Beberapa faktor pendukung yang membuat lagu "Mas Bahlil Ganteng" menjadi fenomena psikologis :
- Melodi yang digunakan sangat akrab di telinga masyarakat umum.
- Lirik yang singkat sehingga sangat mudah untuk dihafal tanpa usaha keras.
- Ritme musik yang sederhana namun konsisten di sepanjang lagu.
- Intensitas pemutaran yang sangat tinggi di berbagai platform video pendek.
Pola konsumsi media digital yang sangat cepat seperti sekarang memang sangat mendukung terjadinya earworm secara kolektif. Hal ini menjelaskan mengapa sebuah lagu bisa dengan mudah mengubah suasana hati dan persepsi masyarakat luas.
Kesimpulannya, fenomena lagu "My Little Bolu Ketan" merupakan perpaduan antara strategi komunikasi yang efektif dan mekanisme kerja otak. Efek yang dihasilkan terbukti mampu memberikan dampak nyata bagi citra publik seorang tokoh politik melalui cara yang tidak lazim.