Sebuah pemandangan unik dan menyentuh hati mewarnai kepulangan jemaah haji kloter perdana tahun 2026 di Bandara Jeddah, Arab Saudi. Kulasse Jibbe, seorang kakek berusia 62 tahun asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mendadak menjadi sorotan jemaah lain maupun petugas bandara.
Pria paruh baya ini terlihat mengalungkan lima boneka unta berukuran sedang di lehernya saat bersiap menaiki pesawat menuju tanah air. Aksi spontan ini ia lakukan karena koper dan tas jinjingnya sudah tidak lagi menyisakan ruang untuk barang tambahan.
Demi Menepati Janji kepada Cucu
Kulasse terpaksa membawa boneka-boneka tersebut dengan cara dikalungkan demi memenuhi permintaan cucu-cucunya di kampung halaman. Baginya, membawa oleh-oleh khas Makkah tersebut adalah hal penting meski kapasitas bagasinya telah mencapai batas maksimal.
Momen penuh kasih sayang ini terekam kamera dan mulai viral setelah diunggah oleh akun Instagram @ahquote pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa sang kakek rela menanggung beban tambahan di lehernya agar tidak mengecewakan keluarganya.
Berikut adalah detail mengenai aksi unik jemaah haji asal Soppeng tersebut:
- Identitas Jemaah: Kulasse Jibbe, pria berusia 62 tahun asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
- Barang yang Dibawa: Lima buah boneka unta berukuran sedang yang dikalungkan di leher.
- Alasan Utama: Koper dan tas kabin sudah penuh, namun ingin memenuhi permintaan enam orang cucunya.
- Waktu Kejadian: Momen ini berlangsung saat proses pemulangan perdana jemaah haji pada 3 Juni 2026.
Meskipun penampilannya terlihat mencolok, Kulasse tampak tetap ramah dan menebar senyum kepada siapa saja yang memperhatikannya di bandara. Ia seolah tidak terganggu dengan beban boneka yang bergelantungan di lehernya sepanjang proses keberangkatan.
Reaksi Simpati dari Warganet
Video yang memperlihatkan perjuangan Kulasse Jibbe ini segera dibanjiri berbagai komentar haru dari para pengguna media sosial. Banyak warganet yang mengaku tersentuh melihat ketulusan usaha seorang kakek dalam membahagiakan cucu-cucunya.
Salah satu akun berkomentar bahwa meski hadiahnya tampak sederhana, pengorbanan dan usaha sang kakek jauh lebih bernilai bagi keluarga. Cerita ini memicu banyak orang untuk bernostalgia tentang kenangan masa kecil mereka saat menyambut kepulangan kakek atau nenek dari tanah suci.
Rangkuman tanggapan masyarakat di media sosial terhadap aksi Kulasse Jibbe:
| Sentimen | Inti Komentar Warganet |
|---|---|
| Haru & Simpati | Mengapresiasi usaha besar (effort) sang kakek demi memberikan kebahagiaan kecil bagi cucunya. |
| Nostalgia | Mengingat memori masa kecil saat menerima oleh-oleh serupa dari kerabat yang pulang berhaji. |
| Humor | Menyoroti jumlah boneka yang dibawa hanya lima buah, padahal jumlah cucunya diketahui ada enam. |
Tabel di atas menunjukkan betapa beragamnya reaksi masyarakat terhadap video tersebut, mulai dari rasa haru hingga candaan ringan. Secara keseluruhan, aksi Kulasse menjadi pengingat tentang kuatnya ikatan keluarga yang tetap terjaga meski terhalang jarak ribuan kilometer.
Kisah ini menjadi salah satu potret humanis di tengah hiruk-pikuk pemulangan jemaah haji tahun 2026. Perjuangan sederhana Kulasse Jibbe membuktikan bahwa kebahagiaan orang tercinta sering kali menuntut pengorbanan yang dilakukan dengan penuh sukacita.