Brian Uriarte, seorang pembalap dari Red Bull KTM Ajo, mengalami diskualifikasi dalam ajang Moto3 GP Katalunya pada 17 Mei 2026. Diskualifikasi ini terjadi karena ia melanggar aturan teknis terkait penggunaan oli. Akibatnya, hasil finis keempat Uriarte dibatalkan dan poin penting yang seharusnya ia dapatkan hilang dari klasemen kejuaraan. Perubahan hasil ini membawa dampak bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang naik ke posisi ketujuh dan kini menjadi pemimpin klasemen pendatang baru terbaik di musim Moto3 2026.
FIM MotoGP Steward menemukan penggunaan oli di motor Uriarte tidak sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Keputusan diskualifikasi diumumkan setelah Moto3 GP Italia, namun tetap berdampak pada hasil balapan Katalunya. Karena diskualifikasi ini, Uriarte kehilangan posisi finis keempat yang sebelumnya memberinya tambahan 13 poin di kejuaraan dunia.
Dalam pernyataannya, pihak FIM MotoGP menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan penggunaan oli. Mereka menegaskan, "Pemakaian oli resmi tanpa penambahan atau penggantian wajib dilakukan." Juga disebutkan bahwa Direktur Teknis dapat sewaktu-waktu memerlukan sampel oli dari tim atau mesin mana pun. Setelah pembatalan hasil Uriarte, perubahan posisi terjadi pada beberapa pembalap.
Veda Ega Pratama yang awalnya berada di peringkat kedelapan kini naik ke posisi ketujuh, mendapatkan tambahan satu poin. Perubahan peringkat ini memengaruhi klasemen sementara, dengan Veda naik dari posisi kelima ke posisi keempat. Sementara itu Uriarte mengalami penurunan dari posisi keempat ke urutan kedelapan setelah kehilangan poin berharga.
Tambahan poin ini membuat pembalap Honda Team Asia kembali menduduki puncak klasemen rookie atau pendatang baru terbaik musim ini. Veda kini unggul 13 poin dari Uriarte yang menjadi pesaing terdekatnya dalam perebutan gelar tersebut. Meskipun diskualifikasi berlaku, Uriarte masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan FIM.
Musim Moto3 2026 akan terus berlanjut ke seri kedelapan di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, pada 5-7 Juni 2026. Balapan ini menjadi peluang bagi Veda untuk mempertahankan performanya dan memperkuat posisinya di klasemen kejuaraan dunia.